• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

TMMD, Petani Ikan Air Tawar Desa Jembul Terima Bantuan Benih Ikan




Mojokerto, -  Para petani ikan air tawar Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, tidak hanya bersuka cita namun patut bersyukur. Pasalnya, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, memberikan bantuan benih ikan sejumlah lima ribu ekor terdiri dari dua jenis, yaitu ikan lele dan nila masing-masing sebanyak dua ribu lima ratus ekor. 

Penyerahan benih ikan tersebut berlangsung di kediaman Kepala Desa Jembul, Selasa (31/07/2018), dilakukan secara simbolis oleh Kepala UPT Instalasi Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi  Jawa Timur, A.Qusairi, SP., M.Si, dan Bappeda Kabupaten Mojokerto, Satrio Wahyu, S.IP, M.Si, yang diterima langsung Kepala Desa Jembul, Suyitno. 

Selain benih ikan, dalam kegiatan tersebut, diserahkan pula pakan ikan (pelet) sebanyak 15 sak kemasan 30 kilogram atau 450 kilogram dan obat prebiotik sebanyak 10 botol.  Bahkan usai penyerahan benih ikan, para petani ikan juga mendapat bimbingan teknis tentang budidaya ikan yang belangsung di Balai Desa Sementara Jembul.

Pada kesempatan tersebut, Kades Jembul, Suyitno menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim yang telah memberikan bantuan benih ikan lele dan ikan nila bagi petani ikan Desa Jembul.  “Ini merupakan berkah sekaligus penghargaan bagi warga Desa Jembul”, ungkap Kades.

Pantauan di lapangan, untuk sementara benih ikan tersebut, ditaburkan di kolam milik Kades, dan kolam milik tiga orang warga yakni Syamsul Huda, Ngari dan Supendi, sambil menunggu penyiapan kolam sepuluh orang warga yang budidaya ikan.

Sementara Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf  Supriyanto, bahwa bantuan benih ikan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim dalam rangka mendukung TMMD Ke-102 TA. 2018 di Desa Jembul yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Kegiatan non fisik ini, juga dimaksudkan untuk lebih memberdayaan potensi masyarakat Desa Jembul khususnya petani ikan air tawar”, pungkasnya. 

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Bati Bakti TNI Koramil Jatirejo Peltu Imam Bakhrudin, Anggota Posko Satgas TMMD, Perangkat Desa dan Para Petani Ikan Air Tawar.

Share:

Satgas TMMD 102 Bersama Disnakertrans Jatim Resmi Akhiri Pelatihan Kewirausahaan




Mojokerto, -   Satgas TMMD Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto bersama Disnakertrans Provinsi Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan Kerja (PK) Mojokerto, secara resmi menutup kegiatan pelatihan kewirausahaan Mobil Training bagi kaum perempuan Desa Jembul.

Hal ini diungkapkan oleh Pejabat UPT PK Mojokerto, Suhardi, S.Sos, M.Si, saat melaksanakan evaluasi kegiatan pelatihan sekaligus menutup secara resmi pelatihan keterampilan pengolahan hasil pertanian (kewirausahaan) di Balai Desa sementara Jembul, Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (31/07/2018) siang.

Selama tujuh belas hari kerja, sejak kegiatan pelatihan Mobil Training Unit (MTU) Keterampilan Pengolahan Hasil Pertanian ini dibuka, yakni tanggal 10 Juli 2018 lalu, hingga hari ini, kaum ibu Desa Jembul telah dibekali berbagai keterampilan mulai teori dan praktek mengolah makanan hasil pertanian, ucapnya.

Suhardi berharap, kaum perempuan yang didominasi ibu-ibu ini, mampu menerapkan ilmu yang di dapat dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengolah hasil pertanian atau hasil bumi yang terdapat di Desa Jembul, sehingga dapat menambah pendapatan kaum ibu dan menopang ekonomi keluarga, pintanya.

Usai penutupan, Siti Maimunah (38), warga RT 02 RW 01, salah satu peserta pelatihan keterampilan, saat dimintai pendapatnya, menuturkan, setelah mendapat pelatihan keterampilan mengolah makanan (memasak), dirinya ingin sekali mengembangkan keterampilan yang didapatnya bersama kaum ibu lainnya.

Masih tuturnya, ilmu yang didapat selama pelatihan sangat bermanfaat, sayang kalau tidak dikembangkan, untuk itu apabila sudah memiliki sedikit modal, ia berencana akan membuka usaha makanan olahan walaupun sifatnya kecil-kecilan.

Kalau usaha sudah jalan kan lumayan dapat menambah penghasilan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari, ungkapnya sambil tersenyum.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 0815 Jatirejo Kapten Inf Supriyanto, Kades Jembul Suyitno, dan peserta pelatihan sejumlah 25 orang.

Share:

Lokasi Bedah Rumah Mbok Wati Kembali Disambangi Dandim 0815




Mojokerto.   Masih dalam rangkaian bedah rumah milik Mbok Wati yang  kini masih berlangsung, Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol  Kav Hermawan Weharima, SH, untuk kesekian kalinya turun ke lokasi untuk memastikan kemajuan pengerjaan sasaran bedah rumah tersebut.

Untuk diketahui, bedah rumah milik Mbok Wati (83), janda tua warga RT 03 RW 02 Desa Jembul, bukan bagian dari sasaran fisik TMMD, melainkan bantuan Kodim 0815 Mojokerto bagi warga kurang beruntung di lokasi TMMD.

“Bedah rumah ini, di luar kegiatan sasaran fisik TMMD, ini murni bantuan Kodim bagi warga kurang mampu” , hal ini diungkapan Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH, di sela-sela meninjau pengerjaan bedah rumah milik Mbok Wati, Selasa (31/07/2018) sore tadi.  

Masih kata Dandim, kedatangannya di lokasi bedah rumah ini untuk memastikan kemajuan pelaksanaan bedah rumah sekaligus memotivasi anggota yang sedang bertugas menyelesaikan pengerjaan renovasi rumah milik Mbok Wati.  

Dengan didampingi Komandan SSK TMMD Kapten Inf Desto Jumeno dan Babinsa Jembul Serma Agus Siwanto, Dandim 0815 selaku Dansatgas TMMD Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto, melihat bagian per bagian yang menjadi sasaran renovasi.

Ditambahkan, Komandan SSK TMMD Kapten Inf Desto Jumeno, memasuki hari ketujuh pelaksanaan bedah rumah milik Mbok Wati alias Mbah Kosul, sudah mencapai 65 persen.  

Beberapa bagian sudah kelar dikerjakan, seperti pemasangan bata merah keliling dan plesterisisasi di ruang tamu, pemasangan plafon ruang tamu termasuk mengganti atap genting dengan asbes, dan saat ini sudah mulai diplamir,  terangnya.

“Ini (pengerjaannya, -red) akan terus kita maksimalkan sehingga tidak sampai sepekan bedah rumah ini bisa dirampungkan”, tandasnya dengan nada serius.

Share:

TMMD, Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Jatim Bintek Budidaya Ikan Air Tawar




Mojokerto, -  Sejumlah kegiatan fisik maupun non fisik pada TMMD Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto yang berlangsung di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, terus bergulir hingga hari ini, Selasa (31/07/2018) . 

Kegiatan non fisik kali ini berupa penyuluhan/Bintek budidaya ikan air tawar dilangsungkan bagi warga Desa Jembul oleh Satgas TMMD dengan menggandeng Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, dengan menghadirkan Kepala UPT Instalasi Budidaya Ikan Air Tawar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi  Jawa Timur, A.Qusairi, SP., M.Si, selaku pemateri.

Dihadapan 15 orang peserta Bintek, pemateri menjelasakan, tentang jenis ikan air tawar yang prospeknya cerah, memiliki nilai ekonomis tinggi dan strategis serta mudah dibudidayakan yaitu ikan lele. keunggulan dan manfaat ikan lele, yaitu rasa dagingnya lezat, gurih dan tidak berduri, kaya protein, rendah kolesterol, aman dikonsumsi, dan harganya terjangkau sehingga banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan.

Masih paparnya, cara budidaya ikan lele tidak terlalu rumit, terlebih sifat biologis ikan lele yang habitatnya di semua perairan air tawar, termasuk air kotor, air lumpur, parit bahkan bisa hidup di luar air hingga enam sampai delapan jam, karena ikan lele memiliki arborescent organ (insang tambahan untuk bernafas).  

Ikan lele dapat dibudidayakan pada lahan yang sempit dengan menerapkan teknologi budidaya, bahkan lele dapat hidup pada dataran rendah sampai pada ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (dpl) dengan suhu antara 25 - 30°c, paparnya.

Berkembangnya kuliner dengan bahan baku ikan lele seperti abon lele, nuget lele, kerupuk lele, pentol lele, pecel lele dan masih banyak makanan yang lainnya terbuat dari bahan dasar lele, mengakibatkan tingginya permintaan/kebutuhan ikan lele.  

Teknik budidaya ikan lele, lanjutnya, diawali dengan memilah bibit yang unggul dan berkualitas, berasal dari induk yang unggul, ukurannya seragam, sehat dan lincah gerakannya, tidak terdapat tanda-tanda terserang penyakit, tahan terhadap serangan penyakit dan goncangan cuaca.

Masih papranya, selain menyiapkan bibit yang unggul, sejumlah persiapan lainnya yang harus dilakukan, yakni penyiapan kolam (bisa terbuat dari tanah, beton maupun kolam terpal) dengan posisi dasar dibuat sedikit miring dan diberi kubangan di dekat pintu pengeluaran air untuk memudahkan waktu panen dan untuk saluran air masuk dan keluar dibuat berseberangan.

Setelah kolam sudah dipersiapkan, periksa kembali bila ada yang kurang pas dibenahi/diperbaiki, lakukan pengapuran dosis 500 gram/m2, pemupukan dengan pupuk kandang (kotoran ayam, burung puyuh, atau lainnya dengan dosis 500 gram/m2, setelah itu lakukan pengisian air dan pemasukan benih ikan, pungkas pemateri.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf  Supriyanto, Staf Bappeda Kabupaten Mojokerto, Satrio Wahyu, S.IP, M.Si, Kades Jembul, Suyitno, Bati Bakti TNI Koramil Jatirejo Peltu Imam Bakhrudin, dan Perangkat Desa. 

Share:

SIMOKOS Sasar Dua Sekolah Di Desa Sekitar Lokasi TMMD




Mojokerto.   Sejumlah siswa-siswi SDN Manting dan SMPN Satu Atap Manting, Desa Manting Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menyambut gembira kehadiran Sarana Interaksi Motor Komunikasi Sosial (SIMOKOS) Kodam V/Brawijaya, Senin (30/07/2018).

Kedatangan Simokos yang dioperasionalkan Satgas TMMD Reguler Ke-102 Kodim 0815 Mojokerto bersama Koramil 0815/15 Jatirejo tersebut, mendapat sambutan para siswa mulai gerbang sekolah hingga halaman, tempat berlangsungnya kegiatan.

Anang Isnaini, S.Pd, Guru Kelas 5 SDN Manting, mewakili pihak sekolah menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus terima kasih atas kedatangan Simokos di SDN Manting dan berharap anak didiknya mengikuti kegiatan dengan seksama sehingga dapat mengambil manfaat dari kegiatan Simokos.

Di hadapan 112 orang siswa, masing masing, 57 orang siswa SMPN dan 52 siswa SDN Manting, Bati Komos Koramil 0815/15 Jatirejo Serma Baharudin Yuslam, memperkenalkan tentang Simokos yang berisi perpustakaan mini dengan beragam buku bacaan yang dilengkapi monitor LED untuk memutar film-film dokumenter dan materi wawasan kebangsaan .

Usai menerangkan tentang Simokos, Serma Baharudin Yuslam melanjutkan kegiatan dengan memberikan materi Pancasila, Cinta Tanah Air, dan Lambang Negara bagi siswa-siswi kedua sekolah yang berada dalam satu lokasi tersebut.

Tak cukup sampai di situ, para siswa juga dikenalkan dan diajak membaca beragam buku bacaan yang berada dalam perpustakaan mini Simokos, antara lain buku ilmu pengetahuan umum, tentang pertanian, tentang TNI dan wawasan kebangsaan.   

Sebelum acara berakhir, guna menanamkan dan melatih sikap disiplin, kebersamaan, dan kekompakan, giliran Bati Tuud Koramil Jatirejo Peltu Khudori Ardi dibantu Sertu Solikin juga mengajarkan sejumlah permainan (fun game) seperti holahop, permadani terbang  dan tongkat estafet bagi para siswa yang dilakukan 4 hingga enam siswa tiap satu permainan dalam satu gelombang.

Wakasek SMPN Manting, Anik Triwahyuni, S.Pd, menyampaikan, kegiatan Simokos ini sangat berkesan dan memiliki sejumlah manfaat bagi para siswa, dan diharapkan kegiatan serupa ini akan kembali dilaksanakan di Manting. 

Senada dengan Wakasek, M. Yansur Al Hakam, Siswa Kelas 9 SMPN Manting, juga mengucapkan terima kasih kepada Tim dari TNI atas dilangsungkannya perpustakaan keliling Simokos di sekolahnya dan telah mengajarkan materi wawasan kebangsaan dan menyediakan beragam buku bacaaan.  

Penyampaian kesan dan pesan dari Wakasek dan salah satu siswa SMPN Manting tersebut, menjadi penutup dalam kegiatan Simokos di kedua sekolah seputaran lokasi TMMD Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto. 

Share:

Satgas TMMD Bangun Jembatan Darurat Di Jalan Tembus Jembul - Rejosari




Mojokerto, -  Masih dalam rangkaian TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim Mojokerto, di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, sudah memasuki hari ke-21sejak TMMD dibuka secara resmi, Senin (30/07/2018).

Di tengah pengerjaan sasaran fisik jalan tembus Desa Jembul menuju Desa Rejosari sepanjang 1.800 meter x 6 meter, Satgas TMMD juga mengerjakan pembuatan jembatan darurat. Pasalnya di route jalan tembus tersebut terdapat sungai kecil, yang dikenal warga setempat dengan sebutan Kali Dadapan.  Lokasinya sekitar 500 meter dari titik awal pengerjaan jalan tembus.

Keberadaan jembatan di atas kali kecil tersebut sangat diperlukan agar jalan tembus yang dalam tahap pengerjaan tersebut bisa dilewati dampai titik temu di Desa Rejosari. Terutama untuk saat ini, guna memperlancar lalu lintas manusia dan barang yang sedang mengerjakan jalan penghubung antar desa dalam satu kecamatan.
  
Menyikapi kondisi tersebut, Satgas TMMD Ke-102 Kodim 0815 Mojokerto, langsung bergerak cepat membuat jembatan darurat berbahan kayu dengan memanfaatkan pepohonan yang tergusur saat pembukaan jalan tembus Jembul – Rejosari, seperti sengon, mahoni, dan jengjen.

Komandan SSK TMMD 102 Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Desto Jumeno, yang terjun langsung di lokasi, mengatakan, pembuatan jembatan darurat ini memang mendesak dan harus dilakukan walaupun sifatnya sementara dengan target bisa dilintasi sepeda motor yang mendistribusikan logistik bagi para pekerja maupun distribusi BBM untuk ekskavator yang sedang dioperasionalkan.

Selain untuk memperlancar lalu lintas manusia, barang dan logistik lainnya, lanjut Komandan SSK, jembatan darurat ini akan bermanfaat untuk kepentingan lainnya, misalkan bila sewaktu- waktu ada pejabat yang meninjau lokasi tidak ada hambatan, walaupun hanya dengan menggunakan sepeda motor, maka kegiatan peninjauan dapat dilakukan sampai titik akhir pengerjaan sasaran fisik (jalan tembus), jelasnya dengan nada penuh semangat.    

Pantauan di lapangan, tampak Serma Siwanto dari Kodim 0815 Mojokerto bersama para prajurit Satgas TMMD dan masyarakat secara bergotongroyong dan penuh semangat berupaya mengerjakan jembatan darurat tersebut, dengan memanfaatkan kayu sengon glondongan sebagai bantalan jembatan, sementara untuk hamparan atas menggunakan papan dari kayu mahoni dan kayu jenjen.

Walaupun dikerjakan secara manual,  dalam waktu kurang dari setengah hari jembatan darurat tersebut dapat diselesaikan, dan langsung diuji coba dengan dilintasi sepeda motor.

Share:

Satgas TMMD Awali Aktivitas Dengan Apel Pagi Dan Do’a




Mojokerto.  Sudah lazimnya di instansi pemerintahan manapun, terlebih di instansi militer, apel pagi multak dilakukan setiap hari kerja ataupun pada setiap even kegiatan.  Seperti halnya Satgas TMMD Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto yang bertugas di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.  

Apel pagi merupakan sarana pengecekan personel, penyampaian informasi penting sekaligus pembagian tugas bagi Satuan Tugas TMMD Ke-102. Hal ini diungkapkan Komandan SSK TMMD Kapten Inf  Desto Jumeno saat memimpin apel pagi di depan SDN Jembul, Senin (30/07/2018).

Pada apel pagi yang diikuti 150 personel Satgas dari unsur TNI, Polri, Pemda, Ormas dan Masyarakat tersebut, Komandan SSK menegaskan, apel pagi ini merupakan kewajiban seluruh personel yang tergabung dalam Satgas TMMD  

Masih lanjutnya, apel pagi ini rutin dilakukan di setiap pagi sebelum seluruh personel Satgas TMMD memulai bekerja. “Mengingat sedemikian pentingnya apel ini maka setiap prajurit wajib mengikutinya kecuali berhalangan tetap”, tegasnya.

Sebelum mengakhiri apel, Komandan SSK menegaskan, agar personel Satgas TMMD memaksimalkan capaian pengerjaan saasaran fisik hari ini, perhatikan faktor keamanan dalam bekerja, dan hindari pelanggaran sekecil apapun.

Setelah selesai melaksanakan apel pagi, ditutup do’a bersama oleh Komandan SSK, dilanjutkan pembagian sektor tugas bagi personel yang tergabung dalam Satgas TMMD.

Tampak dalam apel pagi tersebut, Komandan SST Kodim 0815 Letda Inf Akhmad Rifa’i , Komandan SST Yonif Para Raider 503/MK Lettu Inf E. Chandra, Komandan SST Yonif Mekanis 521/DY Letda Atok Eko Darsono dan Katim dari Polres Mojokerto Ipda M. Kusen, Wakapolsek Bangsal, serta Tim Yonzipur-5 dan Keslap Denkesyah 05-04-02 Mojokerto.

Share:

Musholla Al-Mukminin Tuntas Direnovasi Satgas TMMD




Mojokerto.   Memasuki hari ke-21, Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto, di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, capaiannya kian mengalami kemajuan.

Usai menuntaskan dua sasaran fisik lainnya, yakni jalan tembus Desa Jembul – Desa Ngembat volime 1700 x 6 meter dan 18 unit jamban sehat, Satgas TMMD kini telah merampungkan renovasi Musholla Al-Mukminin.

Hal ini diungkapkan Komandan SSK TMMD 102 Mojokerto, Kapten Inf Desto Jumeno, saat di loasi kegiatan sasaran fisik TMMD, Senin (30/07/2018).  “Pencapaian sasaran fisik pada TMMD di hari ke-21 ini sudah banyak kemajuan, dengan telah tuntasnya tiga sasaran fisik di atas ”, tandas Komandan SSK TMMD.

Masih kata Komandan SSK, Musholla Al-Mukminin volume 6 x 7 meter yang terletak di RT 03 RW 02, hari ini Senin (30/07) berhasil dirampungkan sebelum TMMD berakhir, semua target perbaikan selesai 100 persen, terakhir tadi pagi pengecatan mimbar musholla bagian luar.

“Ini berkat kerja sama seluruh anggota Satgas TMMD yang bekerja keras bahu membahu, secara bergotongroyong bersama masyarakat mengerjakan tempat ibadah ini”, tandas Komandan SSK yang sehari-hari menjabat Danramil 0815/13 Kutorejo.

Tuntasnya renovasi musholla tersebut disambut bahagia warga setempat, pasalnya musholla sudah bisa digunakan untuk kegiatan rutin seperti sholat fardlu berjama’ah, mengaji dan kegiatan keagamaan lainnya.

Seperti diungkapkan Kasi Kesra (Modin) Desa Jembul, Syamsul Hadi, dirinya sangat bersyukur dengan selesainya renovasi Musholla Al-Mukminin ini karena mulai malam ini sudah bisa digunakan untuk kegiatan rutin. 

“Kita sangat bersyukur sekaligus terima kasih atas kerja keras Satgas TMMD bersama masyarakat sehingga renovasi musholla kelar sebelum batas waktu”, ungkapnya dengan wajah sumringah.


Share:

SIMOKOS Sambangi SDN Jembul, Disambut Gembira Siswa




Mojokerto.   Suasana pagi hari di SDN Jembul, Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Senin (30/07/2018), tampak berbeda dari pagi hari sebelumnya. Situasi berbeda yang mewarnai SDN Jembul pagi ini dikarenakan kehadiran SIMOKOS di sekolah tersebut.

Sarana Interaksi Motor Komunikasi Sosial yang disingkat SIMOKOS sengaja dihadirkan Satgas TMMD Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto. Kehadiran SIMOKOS ini disambut para siswa dengan suka cita.

Simokos  berupa kendaraan bermotor roda tiga berwarna hijau milik Kodam V/Brawijaya ini, di dalamnya terdapat beragam buku bacaan, mulai ilmu pengetahuan umum, pengetahuan tentang TNI, pertanian, dan wawasan kebangsaan, demikian disampaikan Danramil 0815/15 Jatirejo Kapten Inf Supriyanto, dalam pengantarnya.

Tidak itu saja, lanjut Danramil, selain perpustakaan mini tersebut, ada pula monitor LED yang dapat difungsikan untuk memutar film dokumenter dan menayangkan slide materi wawasan kebangsaan. Berikutnya dengan bahasa sederhana namun jelas dan tegas, Danramil memberikan materi wawasan kebangsaan meliputi materi Pancasila, Cinta Tanah Air dan Bela Negara bagi siswa-siswi SDN Jembul.

Hal ini dilakukan Danramil, agar para siswa mengerti, memahami dan mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila, Cinta Tanah Air dan Bela Negara walaupun dalam bentuk sederhana, sehingga akan terpatri pada diri siswa untuk lebih mencintai tanah air dan memiliki semangat bela negara.  Agar siswa aktif, Danramil juga melemparkan beberapa kali pertanyaan, dan yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah buku tulis.

Usai penyampaikan materi, selanjutnya para siswa diajak untuk membaca beragam buku bacaan yang ada di perpustakaan mini Simokos. Tampak para siswa hilir mudik dan bergantian untuk sekedar dapat membaca beragam buku yang diminati.

SDN Jembul berdiri sejak tahun 1982, jumlah guru saat ini ada 8 orang, PNS dan PTT masing-masing 4 orang.  Jumlah siswa saat ini 33 orang  terdiri dari 19 orang siswa dan 14 siswi. Ke-33 siswa tersebut ada pada lima rombongan belajar (Rombel).

Siswa kelas I ada 6 orang, 5 siswa kelas II, kelas III kosong, kelas IV 10 siswa, kelas V 9 siswa dan kelas VI diisi 3 siswa, demikian disampaikan Kepala Sekolah SDN Jembul, Hadi Prayitno, S.Pd, dalam pengantarnya saat menyambut Tim Simokos.

Hadi juga memberikan apresiasi positif atas kehadiran Simokos yang sangat bermanfaat bagi siswa-siswi di sekolah yang dipimpinnya. Bahkan dirinya turut senang ketika menyaksikan anak didiknya dengan penuh riang menyambut kehadiran Simokos.

Tak lupa dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada Satgas TMMD Reguler Ke-102 Kodim 0815 Mojokerto, yang telah mengenalkan Simokos dengan beragam buku bacaan bagi siswa-siswinya.  

“Ini baru pertama kali di sekolah kami ada Simokos, moment seperti ini tidak hanya saat TMMD saja namun dapat dilakukan secara rutin dan terjadwal”, pintanya. 


Share:

Bati Tuud Koramil 0815/11 Pungging Ikuti Mini Lokakarya Lintas Sektor




Mojokerto – Pembinaan wilayah terus dilakukan oleh Koramil Jajaran Kodim 0815 Mojokerto, seperti Koramil 0815/11 Pungging yang diwakili Bati Tuud Peltu Agus Gunadi yang turut serta mengikuti kegiatan Mini Lokakarya Lintas Sektor UPT Puskesmas Watukenongo, Senin (30/07/2018).

Acara yang berlangsung di Aula UPT Puskesmas Watukenongo Dusun Dakon Desa Watukenongo Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto dipimpin Kepala UPT Puskesmas Watukenongo dr. Tommy Sitompul dan diikuti sedikitnya 30 orang.

Acara dibuka oleh Camat Pungging yang diwakili Kasi Kemasyarakatan Karman, S.Pd, dilanjutkan Kepala UPT Puskesmas Watukenongo dr. Tomy Sitompul, yang menyampaikan, UPT Puskesmas Watukenongo bekerjasama dengan Forpimka dan instansi terkait, menyelenggarakan Minilok Lintas Sektor guna memaksimalkan program kesehatan yang dicanangkan pemerintah.

Mengingat kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk melaksanakan Program Indonesia Sehat yang dicanangkan pemerintah. “Permasalahan kesehatan yang ada di wilayah kerja UPT Puskesmas Watu Kenongo kita diskusikan dan cari solusinya, sehingga kegiatan Minilok ini bermanfaat bagi kita dan masyarakat”,  ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Promosi Kesehatan (Promkes) oleh penyaji, Suci Heni, Amd, Keb, yang diantaranya menyampaikan Program Promkes, diprioritaskan pada kegiatan Desa Siaga yang didalamnya terdapat Survey Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang merupakan elemen penilaian dari Akreditasi Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Masih lanjutnya, Desa Siaga yaitu desa yang memiliki kesiapan kesehatan dan mendekatkan pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat. Digalakannya desa siaga, karena masih muncul penyakit- penyakit baru seperti HIV/AIDS, Sars, flu burung, Narkoba, dan lain-lain, sehingga dibutuhkan langkah antisipasi dan penanganan.  Tujuan desa siaga ini demi terwujudnya masyarakat desa yang sehat, peduli, tanggap terhadap permasalahan kesehatan di lingkungan masyarakat, pungkasnya.

Masih dalam forum yang sama, Karyati, Amd, Keb, dalam laporannya, menjelaskan tentang pencapaian program KB, termasuk jenis alat kontrasepsi KB antara lain IUD, MIP, MOW, Susuk/Implan (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit), Suntik, Pil, dan Kondom.

Hasil survey sampai dengan bulan Juli 2018, lanjutnya, diketahui masyarakat lebih banyak memakai alat kontrasepsi jenis suntik, mengapa demikian ? permasalahannya, karena sebagian masyarakat kita masih khawatir dan kurangnya pemahaman tentang alat kontrasepsi jenis IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) padahal itu salah satu Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Sementara, Bati Tuud Koramil 0815/11 Pungging Peltu Agus Gunadi mewakili Danramil, menyampaikan, bahwa pihak Koramil (TNI) akan terus mendukung dan mensukseskan program kesehatan yang dicanangkan pemerintah, demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Kapolsek Pungging diwakili Wakapolsek Pungging Ipda M. Sugeng, Perwakilan KUA Kecamatan Pungging, Perwakilan Pemerintah Desa di wilayah kerja UPT Puskesmas Watukenongo, Babinsa Kopka Abdul Azis, Bhabinkamtibmas Brigadir Muslimin, dan Staf  UPT Puskesmas Watukenongo.

Share:

Tanaman Umbi Porang Khas Jembul Lereng Gunung Semar, Lokasi TMMD




Mojokerto.  Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto menjadi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto. Dipilihnya Desa Jembul ini tentunya dengan mempertimbangkan segala aspek, baik geografi, demografi maupun kondisi sosial.

Secara geografi Desa Jembul berada di daerah ketinggian dan masuk Kawasan Gunung Semar yang beriklim tropis.  Wilayah Desa Jembul yang sebagian hutan banyak memiliki potensi, baik panorama alam maupun hasil hutan lainnya.

Hasil hutan yang ada di kawasan Desa Jembul, diantaranya tanaman umbi “Porang”. Tanaman ini banyak tumbuh di antara pohon jati milik Perum Perhutani KPH Malang.  Namun tanaman ini belum banyak dibudidayakan dan diberdayakan.              

Rasa penasaran akan tumbuhan umbi porang ini, membuat Komandan SSK TMMD Kapten Inf Desto Jumeno bersama Komandan SST Kodim 0815 Letda Inf Akhmad Rifa’i untuk mencari tahu keberadaan porang, dengan cara mendatangi salah satu petani porang, Paeran (58), warga RT 02 RW 01 Desa Jembul,  Minggu (29/07/2018).

Ketika ditemui, Pak Paeran, mengatakan, bahwa sebelumnya tanaman umbi porang ini tidak laku. Namun sejak tahun 1991 umbi porang ini mulai dicari orang karena laku dijual. Saat ini, umbi porang dari hutan dihargai Rp 7.000,- per kilogram namun dijualnya ke salah seorang pengepul di daerah Pandaan Pasuruan.

Khusus untuk umbi porang hutan yang akan dijadikan bibit, harganya Rp 2.000,- per biji.  Porang ini bisa dipanen sekitar satu hingga dua tahun, dan hanya satu kali panen per pohonnya. Sayangnya, di sini belum ada yang bisa mengolah porang, karena rasanya pahit dan getahnya gatal,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa Jembul, Suyitno, saat diwawancarai, mengatakan, hasil bumi di Jembul yang menjadi komoditas utama, yaitu porang, tanaman sejenis umbi-umbian.  Ke depan, untuk porang akan menjadi komoditas prioritas dan akan kita kelola dengan baik, sehingga menjadi komoditas unggulan yang bernilai ekonomis dan dapat menambah penghasilan warga, ungkapnya.

Selain, porang, di Jembul juga ada kopi dan madu. Untuk kopi torabika khas Jembul sudah digarap Koperasi Tani Hutan dan dikemas dalam beberapa kemasan dengan harga bervariasi, demikian tutup pria asal Gringging Kediri.

Share:

Komsos Danpos Ramil Mojoanyar Hadiri Pengajian Umum Dusun Babatan




Mojokerto, - Sebagai salah satu bentuk pembinaan wilayah, Pos Ramil Mojoanyar Kodim 0815 Mojokerto melaksanakan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial dengan seluruh komponen masyarakat yang ada di wilayah binaan.

Seperti yang dilakukan Danpos Ramil Mojoanyar Letda Inf Akhmad Rif’ai yang menghadiri pengajian umum di Dusun Babatan Desa Nagrjo Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Sabtu (28/07/2018) malam.

Pengajian Umum yang digelar di Masjid Rahmat Dusun Babatan tersebut bertemakan “Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT Serta Memupuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa”.

Hadiri dalam kegiatan, tak kurang dari 150 orang diantaranya Camat Mojoanyar, Kapolsek Mojoanyar AKP Margo Sukwandi, Kyai Haji Awi Sadli sebagai penceramah, Babinsa Desa Ngarjo Serda Sarbini, Bhabinkamtibmas Bripka Wawan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan warga Babatan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolsek Mojoanyar AKP Margo Sukwandi dan Danpos Ramil Mojoanyar Letda Inf Akhmad Rifa’i secara bergantian memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Danpos Ramil Mojoanyar berpesan kepada kaum muda Dusun Babatan agar lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan, karena rata-rata yang hadir saat ini didominasi kalangan sepuh.

Padahal, lanjut Danpos, bila kita kilas balik jaman dahulu Generasi Muda NU bersama Laskar Pejuang berjuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.  

Harapan kami dari Forpimka, agar Generasi Muda NU Dusun Babatan jangan bosan untuk terus berkontribusi yang bermanfaat untuk lingkungan, baik dalam kegiatan formal maupun informal.  Ikut menggiatkan Pos Kamling atau Pengamanan Swakrsa lainnya, itupun salah satu bagian dari mengisi kemerdekaan, pintanya.

Berikutnya, ceramah agama disampaikan oleh KH. Awi Sadli yang mengajak untuk meningkatkan  keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Disinggung pula bagaimana memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.  

Pencerahan yang disampaikan penceramah, diikuti dan disimak dengan serius oleh para hadirin, hingga berakhirnya pengajian tersebut pukul 23.00 WIB. 


Share:

Kambing Bantuan TMMD Dapatkan Layanan Kesehatan




Mojokerto.   Para Petani Kambing yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Ternak Mendo Joyo Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sangat berbahagia, karena hewan ternak bantuan TMMD yang diterimanya mendapat layanan kesehatan.  Dalam TMMD Ke-102 Tahun 2018 ini, Kelompok Ternak Mendo Joyo mendapat bantuan kambing sejumlah 42 ekor dengan rincian 40 ekor kambing betina dan 2 ekor pejantan.

Hal ini disampaikan Pasiter Kodim 0815 Mojokerto Kapten Arh Supriyono, saat di lokasi TMMD, Minggu (29/07/2018) sore tadi.  Pelayanan kesehatan terpadu berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin pada kambing yang berlangsung di kandang kambing Poktan Ternak Mendo Joyo, yang berlokasi di tepi hutan Lereng Gunung Semar, tidak jauh dari Coban Kabejan.

Kegiatan pelayanan kesehatan terpadu yang diselenggarakan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, sejatinya sudah berlangsung mulai Selasa lalu.  Saat itu Tim Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Peternakan Provinsi Jatim, drh. Andika bersama Tim Yankes Hewan dari Distan Kabupaten Mojokerto, drh. Tuti beserta lima orang.

Untuk memaksimalkan keterampilan para peternak kambing tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto melalui Kepala Seksi Produksi dan Budidaya Peternakan Ir. Siti Harini, MM., telah memberikan penyuluhan dan pelatihan Budidaya Ternak Kambing bagi Kelompok Ternak Mendo Joyo selaku penerima bantuan kambing masyarakat miskin (Maskin), jelas Pasiter.   

Masih lanjut Pasiter, pemberian layanan kesehatan terpadu tersebut tidak hanya bagi Poktan Ternak Mendo Joyo, namun dilakukan juga bagi peternak kambing perorangan, yakni Mulyono (47),  Warga RT 02 RW 01 Desa Jembul, yang memiliki kambing sejumlah 11 ekor.

Sasaran pelayanan kesehatan hewan terpadu ini, meliputi pemeriksaan kesehatan kambing, pemberian vaksin, vitamin, obat cacing usus dan obat perangsang makanan. Pencatatan hasil pemeriksaan awal ini,sebagai bahan evaluasi saat pelayanan kesehatan hewan periode mendatang, tandasnya.

Selain memberikan layanan kesehatan ternak, Tim Keswan juga memberikan kiat-kiat beternak kambing untuk mencapai hasil optimal, imbuhnya.  

“Semua yang dilakukan pemerintah melalui Program TMMD ini, baik pelatihan, penyuluhan dan pelayanan kesehatan ternak, untuk memberdayakan para peternak kambing baik yang tergabung dalam kelompok ternak maupun perorangan, sehingga mampu beternak dengan baik dan dapat menambah pendapatan,” pungkas pria kelahiran Jetis Mojokerto.  


Share:

Mengintip Keseharian Satgas TMMD Di Desa Jembul




Mojokerto, -    Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-102 TA. 2018 Kodim 0815 Mojokerto di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto, diharuskan menginap di rumah warga, khususnya untuk Prajurit yang tergabung dalam Satuan Setingkat Kompi (SSK) TMMD.    

SSK TMMD ini terdiri dari Tiga Satuan Setingkat Peleton (SST) dari tiga kesatuan yakni 1 SST Kodim 0815 Mojokerto, 1 SST Yonif Para Raider 503/MK, 1 SST Yonif Mekanis 521/DY dan 1 Tim Yon Zipur-5 dan Tim Keslap Denkesyah 05.04.02 Mojokerto

Tercatat sejumlah 25 rumah warga Desa Jembul yang ditempati para Prajurit SSK TMMD. Dengan persebaran di RT 01 sebanyak 12 rumah dan 13 rumah di lingkungan RW 02. Di setiap rumah tersebut, dihuni antara 3 hingga 6 orang prajurit.

Tidak hanya sebatas bermalam dan menginap, para Prajurit SSK TMMD juga harus menyerahkan uang lauk pauk penugasan kepada pemilik rumah untuk dimasak dan dimakan bersama. Sehinga menu makanan yang dimakan para prajurit, sama dengan yang dikonsumsi pemilik rumah.

Menengok keseharian para prajurit yang tinggal dan menginap di rumah warga, khususnya saat makan pagi, siang maupun sore, walaupun sederhana namun menu makanannya cukup lengkap.  Seperti di rumah Pak Abdul Salam, yang ditempati SST Kodim 0815 Mojokerto, setiap pagi sebelum melakukan aktivitas kegiatan fisik, para prajurit bersama tuan rumah makan bersama.

Tampak suasana begitu nyaman, akrab dan penuh kebersamaan antara pemilik rumah dan keluarganya dengan para prajurit.  Demikian juga saat istirahat siang, dan sore hari setelah bekerja, makan bersama juga dilakukan para prajurit bersama pemilik rumah. 

Momen makan bersama ini tidak hanya dilakukan para prajurit SSK TMMD, bahkan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH selaku Komandan Satgas TMMD Ke-102 TA. 2018 bersama Para Pejabat Utama Kodim 0815 beberapa kali turut didalamnya di setiap kali ke Desa Jembul.    

Komandan SSK TMMD 102 kodim 0815 Mojokerto, Kapten Inf Desto Jumeno, saat dikonfirmasi, Minggu (29/07/2018), tidak menampik, bahwa selama penugasan TMMD ini, memang semua prajurit yang tergabung dalam SSK harus menginap di rumah-rumah warga dan setiap rumah diisi rata-rata antar 3 hingga 6 orang,

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan para prajurit agar mampu merasakan yang dirasakan masyarakat, sekaligus membangun kebersamaan antara TNI dan Rakyat yang dalam jangka panjang akan memperkokoh Kemanunggalan TNI – Rakyat yang sudah terbangun selama ini”, jelas Komandan SSK TMMD, yang sehari-hari menjabat Danramil 0815/13 Kutorejo.


Share:

Recent Posts

3/recent/post-list

Popular Posts

Arsip Blog

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.