Kasdim 0815 Mojokerto Ceramah Kebangsaan Di Desa Petak
Mojokerto,
- Kodim 0815 Mojokerto bersama Polres Mojokerto serta Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten Mojokerto secara berkelanjutan
mensosialisasikan budaya gemar membaca bagi masyarakat di wilayah Kabupaten
Mojokerto. Kali ini Desa Petak Kecamatan Pacet, menjadi lokasi kegiatan
bertajuk “Mencerdaskan Masyarakat Melalui Budaya Gemar Membaca Dan Belajar
Sepanjang Hayat”, Selasa (30/10/2018) malam.
Kegiatan
diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan ucapan
selamat datang dari Kades Petak, Supoyo, SH, yang menyambut positif program
Disperka Kabupaten Mojokerto agar masyarakat gemar membaca sehingga menambah
ilmu pengetahuan.
Berikutnya
Camat Pacet Drs. Moh.Malik, MM, menegaskan, budaya gemar membaca dan belajar
sepanjang hayat kita maknai secara luas, membaca bukan sekedar membaca namun
bisa juga membaca situasi, membaca peluang dan lain-lain, dengan membaca kita
akan mengetahui segalanya. Disampaikan Camat, Desa Petak sudah memiliki
perpustakaan desa sehingga sangat mendukung program tersebut.
Sementara,
Kepala Staf Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, di acara tersebut
menyampaikan materi wawasan kebangsaan, diantaranya menuturkan sejarah
nusantara mulai Kerajaan Sriwijaya hingga puncak keemasan Kerajaan Majapahit
yang hancur akibat perang saudara. Masa perjuangan yang masih bersifat
kedaerahan di era penjajahan kolonial dan masa perang kemerdekaan hingga
Proklamasi 17 Agustus 1945, tak luput dari penjelasan Kasdim 0815.
Dijelaskan
pula oleh Kasdim, bahwa bela negara merupakan hak sekaligus kewajiban bagi
seluruh warga negara. Upaya bela negara dapat dilakukan melalui pemberian
materi pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah, Pelatihan dasar militer,
Pengabdian sebagai Prajurit TNI, Pengabdian sesuai profesi, dan dalam bentuk
kegiatan lainnya.
Pada
kesempatan tersebut Kasdim juga menjelaskan pengertian dan nilai dasar wawasan
kebangsaan, yang terwujud dalam persatuan dan kesatuan, yakni Penghargaan terhadap
harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Cinta
atas tanah air dan bangsa, Demokrasi atau kedaulatan rakyat, Tekad bersama
untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, merdeka, dan besatu; Masyarakat adil
makmur dan Kesetiakawanan sosial.
Sebelum
mengakhiri materinya, Kasdim menegaskan Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan
Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila sebagai dasar dan
ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara
sekaligus rumah bersama dan bhinneka tunggal ika sebagai semboyan
negara.
“Ini yang
harus kita pahami, rawat, jaga, lestarikan dan amalkan sehingga nilai-nilai
luhur Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang telah diwariskan para
pendiri bangsa,” tandasnya.
Masih di
lokasi kegiatan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten
Mojokerto, Ustadzi Rois, SH., M.Pd, mengungkapkan, diselenggarakannya program
budaya gemar membaca bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga
masyarakat dapat berfikir cerdas dan tidak mudah terhasut. “Untuk
itu, mulai saat ini mari kita jalankan budaya gemar membaca guna menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan,” pintanya.
Hadir di acara
tersebut, Kapolsek Pacet diwakili Aiptu Sunarno, SH, Danramil 0815/16 Pacet
diwakili Serma Solikan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat Desa, Anggota BPD
dan LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat Desa Petak.
Babinsa Koramil 0815/10 Bangsal Dampingi Petani Peterongan Panen Jagung
Mojokerto, – Babinsa
Koramil 0815/10 Bangsal Kodim 0815 Mojokerto Sertu Abdul Khair mendampingi
petani panen jagung di Dusun Singopadu Desa Peterongan Kecamatan Bangsal
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (31/10/2018).
Panen jagung di lahan seluas 0,25 hektar milik Syamsul (48),
anggota kelompok tani (Poktan) Bangun Karyo, Dusun Singopadu Desa Peterongan,
yang ditanami jenis jagung Super Hibrida BISI-18, dilakukan pemilik lahan
beserta buruh tani dari desa setempat.
Babinsa Peterongan Sertu Abdul Khair yang terjun langsung di
lokasi mengatakan, hasil panen di lahan seluas seperempat hektar tersebut
diperkirakan mampu menghasilkan 2,5 ton, dan dalam satu hektar mencapai kisaran
10 ton.
“Namun itu posisi basah, bila sudah kering tentunya akan
berkurang, dan paling tidak hasil akhirnya 2,1 ton di luasan 0,25 hektar atau
8,4 ton per hektar,” terangnya
Masih kata Babinsa, kalau pengelolaan dan perawatannya bagus
yang didukung dengan irigasi pertanian yang cukup memadai maka tanaman jagung
mampu menghasilkan 10 hingga 11 ton per hektar, terlebih saat musim kemarau
hasilnya tambah bagus.
Sementara, Syamsul (48), pemilik lahan, sangat bersyukur dengan
hasil panen jagung yang lumyan bagus di lahan miliknya. “Memang kalau ketigo
(musim kemarau,- red) rata-rata hasilnya bagus, makanya kalau ketigo, petani
jagung banyak yang beruntung,” ungkapnya.
Syamsul juga tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada
Babinsa yang telah mendampinginya saat panen jagung berlangsung. Bahkan saat
pengolahan lahan dan perawatan juga selalu didampingi Babinsa.
Upaya Cegah Disintegrasi Bangsa, FKUB Gelar Dialog Tokoh Lintas Agama
Mojokerto,
- Kepala Staf Kodim 0815 Mayor Inf
Nuryakin, S.Sos mewakili Komandan Kodim 0815 hadir sekaligus menjadi pemateri
kegiatan Dialog Tokoh Lintas Agama, di Villa Puncak Pacet Resort, Pacet
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (30/10/2018).
Kegiatan
bertema “Untuk Keutuhan NKRI” diselenggarakan Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) Kabupaten Mojokerto dalam rangka Peningkatan Pelayanan Kerukunan Antar
Umat Beragama di Kabupaten Mojokerto, dihadiri Sekretaris FKUB Kabupaten
Mojokerto Drs. Nur Rokhmad, MM, Bendahara FKUB Kabupaten Mojokerto Pdt. Karunia
Zebua beserta Pengurus, Tokoh Lintas Agama dan Perwakilan Ormas Islam
Se-Kabupaten Mojokerto sejumlah 60 orang sebagai peserta dialog.
NKRI harus
tetap utuh, apapun agama dan keyakinan yang kita anut, semua berkewajiban
menjaga dan memelihara keutuhan NKRI, demikian dikatakan Kasdim 0815 Mayor Inf
Nuryakin, S.Sos dalam pengantar materinya berjudul Peran Masyarakat Dalam
Menjaga Keutuhan NKRI & Menumbuhkan Integritas Bangsa Dalam Multikultural.
Masih papar
Kasdim, Proklamasi Kemerdekan Bangsa (Republik) Indonesia 17 Agustus 1945
merupakan momentum sejarah Indonesia sebagai suatu negara berdaulat dan sebagai tonggak awal
pembangunan nasional. Setelah Indonesia merdeka, semua warga negara harus
berperan dalam mengisi kemerdekaan sekaligus menjaga integritas bangsa.
Eksistensi
Negara Indonesia, lanjut Kasdim, sangat dipengaruhi oleh interaksi dan
kepentingan dengan negara-negara lain dalam hubungan internasional. Terlebih dengan posisi geografis Indonesia
yang sangat menguntungkan, dan melimpahnya sumber kekayaan alam yang terhampar
di 17.504 pulau, serta sejumlah keunikan lainnya seperti keanekaragaman suku
bangsa, agama, ras, agama, bahasa, budaya dan golongan yang berintegrasi dalam
bingkai NKRI dengan menjunjung semangat Bhinneka Tunggal Ika.
“Peta konflik
dunia 70 persen berlatar belakang perebutan energi, air dan pangan. Bukan tidak
mungkin, Indonesia dengan segala kekayaan dan sumber daya alamnya akan membuat
iri negara lain dan berhasrat untuk menguasainya sehingga Indonesia akan
menjadi sasaran perebutan pengaruh melalui berbagai cara,” papar Kasdim.
Seperti kita
ketahui bersama, pasca-reformasi berbagai ancaman disintegrasi bangsa sempat
muncul ke permukaan seperti separatisme GAM dan OPM, konflik komunal di Ambon,
huru hara anti cina, kekerasan sosial akibat main hakim sendiri dan aksi
kekerasan lainnya akibat pengaruh radikalisme dan terorisme.
Disinggung
pula oleh Kasdim tentang perang proxy atau proxy war yaitu konfrontasi antar
dua negara atau lebih yang tidak saling berhadapan dan menggunakan pihak ketiga
dalam mencapai tujuannya. Proxy war ini memanfaatkan segala aspek berbangsa dan
bernegara yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan
pertahanan dan keamanan.
“Ketidakstabilan
dalam negeri akibat demonstrasi buruh yang berkepanjangan dan menimbulkan
konflik sosial, tawuran pelajar dan demo mahasiswa yang anarkhis, tawuran antar
kampung, konflik komunal, peredaran Narkoba yang sangat luar biasa dan tidak
terbendung, sebagai bagian dari proxy war yang dilancarkan lawan untuk
menghancurkan Indonesia dari segala aspek sosial budaya dan Hankam,” bebernya.
Kasdim
mengingatkan, peran seluruh warga negara sangat diperlukan untuk mengatasi
kondisi tersebut, kita semua harus bahu membahu membebaskan Indonesia dari
sasaran perang proxy. Untuk itu sangat penting dilakukan revitalisasi wawasan
kebangsaan dengan memposisikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara
serta aplikasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Maka dari itu,
masih tutur Kasdim, agar semangat persatuan tetap dijunjung tinggi di tengah
multikultural yang ada, maka perlu dilakukan upaya dengan mengingat kembali perjuangan para
pahlawan bangsa dalam merebut kemerdekaan dan mewarisi nilai-nilai perjuangan
tersebut untuk mengisi kemerdekaan, seluruh warga negara harus kembali ke
budaya bangsa, dengan mempedomani Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD
45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, menumbuhkan dan memperkokoh semangat bela
negara serta membentengi diri dari pengaruh proxi war.
“Suatu
keharusan yang merupakan tanggung jawab moral dalam kehidupan bernegara di
tengah multikultural atau keberagaman yang ada ini, semangat persatuan harus
terpelihara, terjaga dan lestari demi keutuhan NKRI,” pungkasnya.
Begini Cara Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dampingi Petani
Mojokerto, -
Banyak cara yang
dilakukan para Babinsa untuk membantu para petani di wilayah binaan salah
satunya melalui kegiatan pendampingan ketahanan pangan. Pendampingan yang
dilakukan Babinsa ini mulai penyiapan dan pengolahan lahan, pemilihan dan
penyemaian benih, saat tanam, masa perawatan hingga panen.
Seperti yang
dilakukan Babinsa Gembongan Koramil 0815/05 Gedeg Kodim 0815 Mojokerto Serda
Subkan yang mendampingi tanam padi di lahan milik Suwono, anggota Poktan Tani
Jaya Desa Gembongan Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Selasa
(30/10/2018).
Serda Subkhan
yang terjun langsung di lokasi menuturkan, lahan seluas satu hektar ini
ditanami jenis padi varietas Ciherang dengan sistem tanam jajar legowo (Jarwo)
yang dilakukan secara manual oleh buruh tani dari desa setempat.
Tanpa rasa
canggung Serda Subkhan turut serta menanam padi. “Tanam padi seperti ini bukan sesuatu yang
asing baginya, karena sudah terbiasa dan dibesarkan dalam keluarga tani,”
ungkapnya.
Masih di
wilayah Gedeg, kegiatan pendampingan juga dilakukan Babinsa Ngareskidul Serka
Sulton yang mendampingi penyemprotan
hama sundep di lahan seluas 0,2 hektar milik Sumin, Poktan Tani Makmur, Dusun
Ngareslor Desa Ngareskidul. Penyemprotan tanaman padi varietas Ciherang berumur
satu bulan tersebut menggunakan insektisida Virtaco 300 SC.
“Kehadiran
para Babinsa dalam pendampingan pertanian merupakan upaya khusus ketahanan
pangan demi mempercepat pencapaian swasembada pangan. Dengan para Babinsa akan
memiliki manfaat bagi para petani, paling tidak mengajak dan memotivasi para
petani untuk senantiasa meningkatkan produksi pertanian,” ungkap Danramil
0815/05 Gedeg Kapten Inf Mulyono pada kesempatan berbeda.
Poktan Tani Ngetrep Panen Padi IR-64 Mendapat Pendampingan Babinsa Koramil 0815/12 Ngoro
Mojokerto, - Koramil
jajaran Kodim 0815 Mojokerto hingga saat ini masih melaksanakan kegiatan
pendampingan ketahanan pangan terhadap para petani di wilayah binaan yang
tersebar di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Salah satunya Kelompok Tani (Poktan)
Tani Ngetrep Dusun Ngetrep Desa Sedati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto,
Jawa Timur, saat panen padi, Senin (29/10/2018).
Panen padi varietas IR-64 di lahan seluas satu
hektar milik Toha tersebut, mendapat pendampingan Babinsa Sedati Koramil
0815/12 Ngoro Kodim 0815 Mojokerto Serda Hepi Ofsanto L, yang turun
langsung membantu Poktan saat panen padi.
Di sela-sela kegiatan, Babinsa
Sedati Serda Hepi Ofsanto L, mengatakan panen padi yang
dilakukan secara manual di lahan milik Toha tersebut diperkirakan mencapai 7
ton. Harga gabah kering panen (GKP) saat ini ada dikisaran Rp 4.000,- an per
kilogram, sedangkan harga gabah kering giling (GKG) sekitar Rp 5.100,- per
kilogram.
Masih kata Babinsa, hasil panen
kali ini memang tidak begitu optimal, salah satunya karena pengaruh musim
kemarau yang mengakibatkan tanaman padi kurang pasokan air saat masa
pertumbuhan.
Masih di wilayah Ngoro,
kegiatan pendampingan juga dilakukan Sertu Nuriadi saat tanam padi varietas
IR-64 di lahan seluas 0,5 hektar milik Winarto, anggota Poktan Tani Kecapangan,
Dusun Kecapangan Desa Ngoro.
Terpisah, Danramil 0815/12
Ngoro Kodim 0815 Mojokerto Kapten Chb Djenal Abidin, mengatakan, pendampingan
yang dilakukan Babinsa merupakan bagian upaya khusus (Upsus) ketahanan pangan
guna mensukseskan pencapaian swasembada pangan di wilayah.
Gema Sang Juara Di Wilayah Koramil 0815/07 Jetis
Mojokerto, - Koramil
0815/07 Jetis Kodim 0815 Mojokerto turut berperanserta dalam menciptakan
lingkungan sehat dan nyaman di wilayah binaan yang diwujudkan melalui
jambanisasi Program Karya Bakti TNI Semester 2 Tahun 2018.
Danramil
0815/07 Jetis Kapten Inf Sasminto, saat dikonfirmasi, Senin (29/10/2018)
mengungkapkan program pembuatan jamban
ini merupakan peran serta sekaligus bentuk kepedulian TNI dalam upaya
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah binaan.
“Ini upaya TNI
melalui Satuan Komando Kewilayahan seperti Koramil untuk membantu meringankan
beban hidup masyarakat yang kurang beruntung secara ekonomi, sekaligus mengajak
masyarakat menjaga lingkungan agar sehat dan nyaman sehingga terhindar dari
penyakit,” ungkapnya.
“Kendati
sederhana namun program jamban keluarga ini sangat membantu bagi masyarakat
kalangan bawah. Semoga dukungan jamban keluarga ini dapat dimanfaatkan oleh
warga penerima bantuan,” imbuhnya.
Pantauan di
lapangan, Progam Karya Bakti TNI Gema Sang Juara tahun ini di wilayah Koramil
Jetis, tercatat sejumlah 14 unit jamban yang tersebar di tujuh dusun dan lima
desa, yakni Desa Parengan 4 unit, Desa Bendung 2 unit, Desa Kupang 3 unit, Desa
Perning 3 unit dan Desa Mojolebak 2 unit.
Dalam pelaksanan
pembuatan jamban ini dilakukan Unsur TNI dari Koramil 0815/07 Jetis terutama
para Babinsa dibantu warga setempat.
Pengerjaan jamban hingga hari ini, Senin (29/10), 11 unit sudah mencapai
100 persen dan 3 unit masih kisaran 50 persen.
Kompak Danramil 0815/11 & Forpimka Pungging Saksikan Pelantikan Tiga Perangkat Desa
Mojokerto,- Danramil 0815/11 Pungging Kodim 0815 Mojokerto Kapten Arh Aris Tiyono bersama Forpimka menyaksikan langsung prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah tiga perangkat Desa Randuharjo Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (29/10/2018).
Gelaran pelantikan dan pengambilan sumpah perangkat desa yang diselenggarakan Pemerintah Desa Randuharjo berlangsung di Balai Desa setempat dan dilakukan Kepala Desa Randuharjo Mardono. Untuk ketiga perangkat desa yang dilantik yaitu Wawan Kuncoro Permadi (25) sebagai Sekretaris Desa, Hannes Kurniawan Bayu S (21) sebagai Kasi Pemerintahan dan Ahmad Zainul Arifin (22) menjabat Kasi Pelayanan,
Usai melantik dan mengambil sumpah, Kepala Desa Randuharjo Mardono, berpesan agar ketiga perangkat desa melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dengan mendedikasikan pengabdiannya bagi kesejahteraan masyarakat.
“Dedikasikan pengabdian untuk melayani dan demi kepentingan masyarakat. Berbuatlah yang terbaik untuk kemakmuran desa dan warga masyarakat,” pintanya.
Sementara, Camat Pungging Drs. Mujib, MM., mengatakan, agar perangkat desa yang baru dilantik segera beradaptasi terkait tugas dan fungsi yang akan diemban, serta melaksanakan tugas sesuai perintah dengan berpedoman pada aturan perundang-undangan yang berlaku.
Hadir dalam kegiatan sekitar 150 orang, antara lain Kapolsek Pungging AKP Adam Muhari, SH diwakili Aiptu Arifin, Bhabinkamtibmas Brigadir Fikri, Babinsa Serda Sugiarto, Ketua BPD, Ketua LPM, PKK, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan undangan.
Untuk diketahui, pelantikan ketiga perangkat desa ini merupakan tahapan seleksi uji tulis yang dilaksanakan tanggal 19 Oktober 2018 lalu, saat seleksi tersebut diikuti 9 orang peserta, dengan rincian untuk jabatan Sekdes diikuti 5 peserta, Kasi Pemerintahan dan Kasi Pelayanan, masing-masing diikuti dua peserta.
Babinsa Koramil 0815/16 Pacet Dampingi Poktan Mekar Sari-2 Panen Padi
Mojokerto. Babinsa Koramil 0815/16 Pacet Kodim 0815
Mojokerto Sertu Sutrisno melaksanakan pendampingan panen padi di areal
persawahan seluas 0,25 hektar dengan jenis padi varietas Mamberamo, milik
Sulastri, Dusun Kedok Banteng, Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten
Mojokerto, Jawa Timur , Senin (29/10/2108).
Sertu Sutrisno
yang terjun langsung ke sawah memanen padi, mengatakan hasil panen padi di
lahan milik Sulastri mencapai 2,1 ton, dan perkiraan capaian dalam satu hektar
gabah yang dihasilkan seberat 8,4 ton, bila dikurangi 15 % atau setara 1.260
kilogram karena dipotong pematang menjadi 7.140 kilogram atau 7,14 ton.
“Hasil panen
kali ini tergolong bagus dan tidak berbeda jauh dengan capaian pada musim panen
sebelumnya, yang menghasilkan 7,4 ton dalam satu hektar. Alhamdulillah walaupun musim kemarau,
ternyata hasilnya masih bagus,” ungkapnya.
Sementara
Sulastri, pemilik lahan, menyampaikan ucapan terima kasih atas arahan PPL dan
pendampingan yang dilakukan Babinsa sehingga tanaman padi yang dikelolanya
menghasilkan gabah lumayan bagus.
Pada
kesempatan berbeda, Danramil 0815/16 Pacet Kapten Inf Heru Widodo CP, mengatakan,
pihaknya menerjunkan para Babinsa untuk melaksanakan pendampingan ketahanan
pangan terhadap para petani, mulai tahap penyiapan dan pengolahan lahan, masa
tanam, masa perawatan hingga panen.
“Babinsa juga
bersinergi dengan PPL untuk membantu Poktan dan petani guna mendukung
pencapaian swasembada pangan yang diprogramkan pemerintah”, tegas Danramil.
Saka Wira Kartika Kodim 0815 Mojokerto Gelar Bakti Pramuka Serentak Di 24 Lokasi
Mojokerto, - Memperingati
HUT Ke-11, Saka Wira Kartika Kodim 0815 Mojokerto melaksanakan Bakti Pramuka
secara serentak di wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Jawa Timur, Minggu
(28/10/2018).
Sejumlah
847 orang terdiri dari 29 orang Pembina Kwartir, 168 orang Pembina Koramil, 585
anggota Gerakan Pramuka Saka Wira Kartika dan 65 orang masyarakat melaksanakan
karya bakti atau bakti pramuka yang berlangsung serentak di 19 Koramil jajaran
Kodim 0815 Mojokerto.
Tercatat
24 lokasi yang menjadi sasaran bakti pramuka meliputi 17 titik pembersihan
sarana ibadah dan 6 titik pembersihan fasilitas umum yang ada di wilayah
Ranting Saka Wira Kartika Koramil masing-masing.
Dari
17 lokasi sarana ibadah yang menjadi sasaran bakti Pramuka, yaitu Masjid
Roudlotul Jannah Prajurit Kulon, Musholla Baitul Rohim Desa Jati Pasar
Trowulan, Masjid Darusallam Desa Gemekan Sooko, Mushola Desa Puri, Masjid
Faturohman Dusun Randurejo Desa Mojowatesrejo Kemlagi, Masjid Desa Kupang
Jetis, Mushola Nurul Huda Desa Awang Awang Mojosari.
Berikutnya
pembersihan Masjid Baiturrahman Desa Peterongan Bangsal, Masjid Al-Ikhlas Desa
Tunggalpager Pungging, Mushola Al Islami Desa Sedati Ngoro, Mushola Dusun
Kepuhsari Desa Kepuharum Kutorejo, Masjid Besar Darusallam Dusun Sroyo Desa
Dlanggu, Masjid Baitul Gofar Jalan A. Yani Desa Sumengko Jatirejo, Masjid
Baitul Mu’min Desa Bendunganjati Pacet, Mushola Al Ikhsan Desa Penanggungan
Trawas dan Masjid Al Hazimi Jl. Raya By Pass Kota Mojokerto,
Selain
pembersihan sarana ibadah, sejumlah 7 fasilitas umum menjadi sasaran Bakti
Pramuka, yakni Pembersihan Panti Werda Sooko, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun
Sawo Desa Puri, Pangkalan SMAN 1 Gedeg, Puskesmas Desa Pulorejo Dawarblandong,
Jalan Desa Balongjati Desa Mojowatesrejo Kemlagi, Pangkalan MA Hikmatul Amannah Desa Bendungan
Jati Pacet dan pembersihan Sungai Desa Pohjejer Gondang.
Sehari
sebelumnya, Sabtu (27/10) kegiatan serupa juga berlangsung di wilayah Pos Ramil
Mojoanyar dengan sasaran pembersihan Masjid Al-Hidayah SMKN 1 Mojoanyar Dusun
Damarsih Desa Kepuh Anyar dan Masjid Al-Mustofa Dusun Wonoayu Desa Kepuh Anyar.
Dandim
0815 melalui Pasiter Kodim 0815 Mojokerto Kapten Arah Supriyono,
mengungkapkan Bakti Pramuka atau karya
bakti yang dilaksanakan Saka Wira Kartika Kodim 0815 Mojokerto dalam rangka HUT
Saka Wira Kartika Ke-11 Tahun 2018-10-29
Kegiatan
ini, merupakan pengamalan dari Dasa Darma Pramuka yang merupakan pedoman bagi
Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya pada poin “Cinta alam dan kasih
sayang sesama manusia”.
“Tentunya kita patut berbangga dengan kegiatan
yang dilaksanakan Saka Wira Kartika ini dalam memperingati hari kelahirannya
yang ke-11,” tandasnya.
“Saka
Wira Kartika sebagai bagian dari Pramuka dan masyarakat sekaligus sebagai
generasi muda, sudah seharusnya memiliki kepedulian terhadap kebersihan
lingkungan dan menjaga kelestarian alam, semoga kesadaran dan kepedulian Saka
Wira Kartika ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda lainnya,” pungkasnya.
Untuk
diketahui, Saka atau Satuan Karya Pramuka Wira Kartika merupakan salah satu
Satuan Karya Pramuka yang bersifat nasional yang dibentuk melalui kerjasama
antara Kwartir Nasional dengan TNI Angkatan Darat berdasarkan Keputusan Bersama
Kepala Staf Angkatan Darat dan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor 182/X/2007
dan 199 Tahun 2007 tanggal 28 Oktober 2007 tentang kerjasama dalam usaha
pembina dan pengembangan pendidikan bela negara dan kepramukaan. Pembentukan Saka Wira Kartika ini, bertujuan
untuk menumbuhkan dan membentuk patriot bangsa yang setia, berbakti dan
menjunjung tinggi nilai luhur bangsa, serta tetap menjaga keutuhan NKRI
Refleksi Sumpah Pemuda Di Mojokerto, Ini Pesan Dandim 0815
Mojokerto,
- Jasa dan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan dan memerdekakan
bangsa Indonesia termasuk jasa dan perjuangan para pemuda Indonesia 90 tahun
silam yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”, tidak dapat diukur dengan apapun dan
tak akan pernah terbalaskan.
Hal ini
diungkapkan Dandim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH, saat
menghadiri Refleksi Sumpah Pemuda Tahun 2018 yang diselenggarakan DPD KNPI Kota
Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-90 Tahun 2018,
di halaman Taman Makam Pahlawan Gajah Mada Jalan Pahlawan Kota Mojokerto, Jawa
Timur, Sabtu (27/10/2018) malam.
Masih lanjut
Dandim, Sumpah Pemuda sebagai tonggak sejarah terwujudnya semangat persatuan
dan kesatuan di antara pemuda se-nusantara melalui pengakuan dan sumpah
bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yakni “Indonesia”.
Dandim 0815
juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas digelarnya kegiatan
Refleksi Sumpah Pemuda Tahun 2018 oleh para Pemuda Kota Mojokerto. “Ini
kegiatan positif yang patut diapresiasi dan merupakan salah satu wujud konkret
dalam mengisi kemerdekaan,”ungkapnya.
Masih lanjut
Dandim, di era demokrasi saat ini, para pemuda harus senantiasa berkontribusi
demi terwujudnya kondusifitas wilayah sehingga program pembangunan yang
dicanangkan pemerintah berlangsung secara berkesinambungan.
“Terlebih
menjelang pesta demokrasi yang akan datang, para pemuda harus memiliki andil
besar dalam mendinginkan situasi sehingga perhelatan akbar tersebut berjalan
lancar, aman dan damai. Para pemuda juga harus bisa menjadi pelopor dan bisa meredam berita hoax yang bisa
memecah belah persatuan dan kesatuan,” pinta Dandim.
Senada dengan
Dandim 0815, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, SH. S.I.K. M.Sc
(Eng), menambahkan, tantangan kita ke depan khususnya Kota Mojokerto semakin
komplek dan semua beban diembankan kepada para pemuda sekarang ini. Untuk itu
berbuatlah yang terbaik apa yang bisa kita lakukan dan kita tunjukkan sebagai
pemuda yang baik.
Masih kata
Kapolresta, dalam refleksi hari ini saya hanya menitipkan kepada pemuda, ada
beberapa pilar di dunia ini yang bisa selalu membawa perubahan, yakni pemuda,
wanita, dan media. Kapolresta juga berharap para pemuda untuk senantiasa
berbuat yang berguna bagi masyarakat dan lingkungan.
Sementara
Ketua DPD KNPI Kota Mojokerto, Adam Faizal Farid Said, S.Pd.I, dalam
sambutannya di awal acara mengatakan, para pemuda harus ikut andil dalam
pelaksanaan Pemilu 2019, seperti yang telah dilakukan para pemuda terdahulu
dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kita
tunjukkan bahwa pemuda adalah generasi masa depan, dan kita para pemuda
Mojokerto sebagai pelopor yang harus meneruskan perjuangan para pemuda dahulu
,” ucapnya penuh semangat.
Di awal acara
Refleksi Sumpah Pemuda 2018 kali ini diisi dengan musikalisasi puisi oleh para
Pemuda Kota Mojokerto.
Hadir dalam
kegiatan antara lain Wakapolres Mojokerto Kota Kompol Hadi Prayitno, SH, Ka
Disporabudpar Kota Mojokerto H.Novi Rahardjo, S.STP., M.Si, Para Kasat Polres
Mojokerto Kota, Sekretaris DPD KNPI Kota Mojokerto Muhammad Awaluddin Zahroni,
beserta pengurus dan anggota, Komunitas Seni Persada, Perwakilan Pemuda
Pancasila, Perwakilan Pemuda Panca Marga, Perwakilan BEM Kosgoro, Purna
Paskibraka, Ikatan Gus & Yuk dan undangan.
Wisuda Sarjana STIT Raden Wijaya Mojokerto Dihadiri Pasi Pers Kodim 0815
Mojokerto – Komandan
Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH yang diwakili Perwira
Seksi Personalia (Pasipers) Kodim 0815 Kapten Inf Kambali, menghadiri Rapat
Terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto dalam rangka
Wisuda Ke-26 yang berlangsung di Ballroom Hotel Raden Wijaya Jalan Raden Wijaya
Nomor 42 Kota Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (27/10/2018).
Hadir
dalam kegiatan tersebut, sekitar 500 orang, antara lain Wakil Walikota
Mojokerto diwakili Kabag Humas Kota Mojokerto Khoirul Anwar, SH., M. Si,
Perwakilan dari Polres Mojokerto Kota,
Ketua Kopertais IV Surabaya Dr. KH. Abdullah M. Fiqih, Ketua STIT Raden
Wijaya Dr. HM. Fatih, M.Fil.I., Civitas Akademika STIT Raden Wijaya, Para Wali
Wisudawan dan undangan.
Ketua
Kopertais Wilayah IV Surabaya Dr. KH. Abdullah M. Fiqih, dalam sambutannya,
daintaranya menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang
hari ini telah sukses dan bisa mengikuti acara wisuda.
Terima
kasih disampaikan kepada Ketua dan Para Dosen yang telah mendidik dan berupaya
memberikan yang terbaik bagi para wisudawan agar kelak menjadi insan yang
berguna. Untuk itu tetap jaga silaturahmi yang sudah terjalin antara para
wisudawan dan wisudawati dan para dosen.
Prosesi
Wisuda Ke-26 STIT Raden Wijaya untuk 150 orang wisudawan / wisudawati Progam
Studi Pendidikan Agama Islam (S1) dan Program Peningkatan Kualifikasi Guru
Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren (S1) oleh Ketua STIT Raden Wijaya Dr. HM.
Fatih, M.Fil.I.,
Sebelum
acara berakhir, usai prosesi wisuda dilanjutkan orasi ilmiah oleh Guru Besar
Univeristas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof. Dr. Moh. Ali Azis,
M.Ag.
Saka Wira Kartika Kodim 0815 Mojokerto Gelar Karya Bakti
Mojokerto,
- Memperingati HUT Ke-11 Saka Wira Kartika Tahun 2018 di wilayah Kodim 0815
Mojokerto melaksanakan karya bakti. Kali ini, karya bakti berlangsung di Desa
Kepuh Anyar Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu
(27/10/2018).
Sejumlah 38
orang gabungan anggota Pos Koramil Mojoanyar dipimpin Danpos Ramil Mojoanyar,
Letda Inf Akhmad Rifa’i, melaksanakan pembersihan di Masjid Al-Hidayah SMKN 1
Mojoanyar Dusun Damarsih Desa Kepuh Anyar.
Selain Masjid
Al-Hidayah SMKN 1 Mojoanyar, karya bakti ini juga menyasar Masjid Al-Mustofa
Dusun Wonoayu Desa Kepuh Anyar, Mojoanyar yang lokasinya masih satu desa namun
berbeda dusun.
Danpos Ramil
Mojoanyar, Letda Inf Akhmad Rifa’i, mengungkapkan, Satuan Karya Pramuka atau
Saka Wira Kartika merupakan salah satu Saka yang bersifat nasional yang
dibentuk melalui kerja sama antara Kwarnas Pramuka dan TNI AD dengan tujuan
mengembangkan pendidikan bela negara dan gerakan kepramukaan, menumbuhkan sikap
patriot agar tertanam semangat persatuan dan kesatuan serta berkontribusi dalam
mempertahankan keutuhan NKRI.
Bakti sosial
atau karya bakti TNI, lanjutnya dengan sasaran pembersihan rumah ibadah di dua
lokasi ini dilakukan menjelang HUT Ke-11 Saka Wira Kartika Tahun 2018 di
wilayah Kodim 0815 Mojokerto. Pelaksanannya melibatkan lima personel Pos Ramil
Mojoanyar dan 32 orang anggota Saka Wira Kartika dari SMKN 1 Mojoanyar dengan
koordinator Daiman, Guru SMKN 1 Mojoanyar.
“Baksos ini
merupakan pengamalan dari Dasa Dharma Pramuka yang merupakan pedoman bagi
Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan melalui karya bakti ini akan
menumbuhkan jiwa Sosial dan kepedulian kepada sesama sehingga manfaatnya
dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Wisuda Sarjana & Akbid Unimas Mojokerto Dihadiri Dandim 0815
Mojokerto,
- Sebanyak 298 mahasiswa/mahasiswi Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS)
Mojokerto diwisuda di Hotel Ayola Sunrise Mall Jalan Benteng Pancasila Nomor 9
Kota Mojokerto, Jawa Timur, dihadiri Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav
Hermawan Weharima, S.H., Sabtu (27/10/2018).
Wisuda Unimas
Mojokerto Ke-XXXI Tahun 2018 yang digelar melalui Rapat Terbuka Senat Mahasiswa
Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto dibuka Rektor Universitas Mayjen Sungkono
(UNIMAS) Mojokerto Dr. H. Hery Setiawan, SH., M.Si, dilanjutkan sambutan Ketua
Yayasan Pendidikan Dan Sosial Mayjen Sungkono Mojokerto (YPS-MSM) Hendro
Suwono, SH, Cn, M.Hum, dan Wakil Walikota Mojokerto yang diwakili Kadiknas Kota
Mojokerto, H. Amin Wachid, S.Sos, M.Si.
Rektor
Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS) Mojokerto Dr. H. Hery Setiawan, SH., M.Si,
mengucapkan selamat kepada wisudawan semoga dapat berkiprah dan berkarya serta
mampu mengabdikan ilmunya bagi kehidupan mulai lingkungan terkecil maupun
wilayah.
Ucapan terima
kasih juga disampaikan kepada para orang tua yang telah mempercayakan
putra-putrinya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Mayjen Sungkono
Mojokerto.
Sementara
Ketua Yayasan Pendidikan Dan Sosial Mayjen Sungkono Mojokerto (YPS-MSM) Hendro
Suwono, SH, Cn, M.Hum, juga menyampaikan hal senada kepada para wisudawan yang
siap diterjunkan ke masyarakat, semoga para wisudawan siap kerja dan siap
membuka lapangan kerja.
Prosesi wisuda
mahasiswa/mahasiswi Sarjana dan Ahli Madya Kebidanan Unimas Angkatan XXXI Tahun
2018 sejumlah 298 orang dilakukan Rektor Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS)
Mojokerto Dr. H. Hery Setiawan, SH., M.Si
Acara
tersebut, dihadiri sekitar 800 orang, antara lain Wakapolres Mojokerto Kota
Kompol Hadi Prayitno, SH., Wakil Walikota Mojokerto terpilih H. Ahmad Rizal
Zakariya, para pejabat sipil, civitas akademika serta keluarga
wisudawan/wisudawati Unimas Mojokerto dan undangan.
Sinergi Koramil 0815/08 Dan UPT Puskesmas Dawarblandong Lakukan Verifikasi ODF
Mojokerto, - Koramil 0815/08 Dawarblandong Kodim 0815
Mojokerto bersinergi dengan UPT Puskesmas dan instansi lintas sektor dalam
berbagai forum dan kegiatan, salah satunya melalui verifikasi Open Defecation
Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Kali ini kegiatan verifikasi ODF
yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto melalui Unit Pelaksana
Teknis (UPT) Puskesmas Dawarblandong mendapat pendampingan dari Koramil 0815/08
Dawarblandong Serma Suwono dan Kopda Suhendik, berlangsung di Desa Temuireng
Kecamatan Dawarblandong Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (25/10/2018).
Selain para Babinsa, kegiatan
tersebut melibatkan para Bhabinkamtibmas, Perangkat Desa setempat, Kader
Kesehatan Desa lainnya serta Perwakilan Mahasiswa UNESA Surabaya yang sedang
melaksanakan KKN di wilayah Dawarblandong.
Selama di Desa Temu Ireng, Tim
Verifikator ODF dipimpin Staf UPT Puskesmas Dawablandong, Ferry melakukan
verifikasi di empat dusun yakni Dusun Termu Ireng, Dusun Tanjung, Dusun
Tambakrejo dan Dusun Magersari. Dan sejumlah jamban milik 10 kepala
keluarga (KK) dari setiap dusun telah dilakukan verifikasi.
Sehari sebelumnya, Rabu
(24/10/2018), kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Brayublandong dengan
menyasar empat dusun yakni Dusun Brayukulon, Brayuwetan, Kemuning dan Dusun
Sumbersono. Dengan melibatkan babinsa Serda Udin Muhammad Muslim,
Bhabinkamtibmas Brigadir Ratno, Perangkat Desa dan Kader Kesehatan setempat.
Kepala UPT Puskesmas
Dawarblandong, Ninik Munawati, STr. Keb, saat dikonfirmasi mengatakan, proses
verifikasi ODF atau Stop BABS dilakukan oleh petugas UPT Puskesmas bersama
pihak Kecamatan, Koramil, Polsek dan Kader Kesehatan secara silang dari desa
yang berbeda di wilayah Dawarblandong
Masih katanya, dari 18 desa yang
ada di wilayah Kecamatan Dawarblandong yang sudah deklarasi ODF ada tiga yaitu
Desa Dawarblandong, Desa jatirowo dan Desa Suru. Sementara yang dalam
proses verifikasi ada 12 desa dan yang belum diverifikasi masih ada tiga desa
yakni Desa Simongagrok, Cendoro dan Desa Bangeran.
Ke depan pihaknya ingin
mewujudkan Kecamatan Dawarblandong sebagai satu-satunya Kecamatan ODF di
Kabupaten Mojokerto. “Kita beda dengan kecamatan lain, yang ODF hanya 1 hingga
2 desa, ditargetkan pada akhir 2018 Dawarblandong akan menjadi
satu-satunya Kecamatan ODF”sesuai inovasi kita “Yukjum Berseri (Ayuk Jadikan
Jumbleng Bersih, Rapih dan Indah),” ungkapnya.
Masih tuturnya, pelibatan TNI,
Polri dan Pemerintah Kecamatan / Desa dalam kegiatan verifikasi ini, karena ODF
bukan hanya milik Dinkes tapi membutuhkan dukungan dari lintas sektor, termasuk
PKK, Kader Kesehatan, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.
“Lintas sektor ini memiliki peran
penting, seperti Camat selaku pemangku wilayah dan motivator, demikian pula
dengan Koramil (TNI) selain motivator lintas sektor juga memiliki program
jambanisasi, Polsek sebagai motivator lintas sektor dan Desa memiliki ADD untuk
program kesehatan termasuk jambanisasi,” pungkasnya.
Terpisah, Danramil 0815/08
Dawarblandong Kapten Inf M. Kasim saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihaknya
selama ini sudah membangun sinergitas dengan unsur Forpimka, UPT Puskesmas dan
UPT Dinas/instansi terkait.
“Kita akan terus berperanserta
dalam kegiatan pembangunan di wilayah termasuk pembangunan kesehatan seperti
dalam program ODF atau Stop BABS demi peningkatan kualitas kesehatan
masyarakat. Dan selama ini salam setiap tahun, Koramil juga memiliki program
jamban sehat bagi warga nasyarakat yang kurang beruntung,” tandasnya.
Babinsa Koramil 0815/06 Bersama PPL Kemlagi Pengubinan Jagung
Mojokerto,– Babinsa
Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815 Mojokerto Serma M. Darwin dibantu Sertu
Choirul Anam bersama Koordinator PPL Kecamatan Kemlagi Joko Prasetyo, SP
melaksanakan pengubinan tanaman jagung Varietas Hibrida Pertiwi-3, di lahan
milik Jainuri, Poktan Tani Makmur-1, Dusun Pandan Kuning Desa Pandankrajan
Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (24/10/2018).
Babinsa
Pandankrajan, Serma M. Darwin yang berada di lokasi kegiatan mengatakan,
pengubinan ini dilakukan di lahan seluas 0,13 hektar (1.300 meter) menjelang
masa panen dengan luas ubinan 2,5 meter x 2,5 meter dengan sasaran meliputi
jumlah batang dan jumlah tongkol.
Pengubinan
dengan panjang 2,5 meter tersebut, lanjut Babinsa, terdapat 4 baris/larik,
sedangkan dari sisi lebar 2,5 meter terdapat 8 baris/larik dan tiap lubang
tanam berisi dua batang. Atau dalam hitungan sederhananya 4 x 8 x 2 = 64
tongkol dengan berat setelah ditimbang mencapai 5,5 kilogram.
Masih tutur
Babinsa, dari hasil Jadi ubinan tadi, maka hasil panen jagung diprediksikan
mencapai 8.800 kilogram atau 8 ton dikurangi pematang 15 persen 1,32 ton atau
1.320 kilogram, sehingga perkiraan hasil akhir yang dicapai sebanyak 7.480
kilogram atau 7,48 ton per hektar.
Sementara
Koordinator PPL Kecamatan Kemlagi Joko Prasetyo, SP, mengatakan, pengubinan
merupakan istilah yang biasa digunakan petugas statistik dan pertanian untuk
menghitung secara cepat dan sederhana hasil produk pertanian seperti padi dan
jagung.
“Cara atau
teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil panen dalam
luasan satu hamparan. Melalui pengubinan ini, para petani dapat mengetahui
perkiraan hasil panen dari tanaman yang dikelolanya,” ungkapnya.
“Diharapkan
teknik pengubinan ini dapat menambah pengetahuan para petani untuk diterapkan
setiap kali menjelang panen sehingga dapat memperkirakan sendiri hasil panen
yang akan dicapainya,” imbuhnya.
Tampak hadir
Anggota PPL dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kemlagi, diantaranya
Efendi, Sugeng, Haryanto, Endang Sustiyani, SP dan Rumiati dan Ketua Poktan
Tani Makmur-1, Jainuri sekaligus pemilik lahan yang ketempatan pengubinan.
























