Silaturahmi Bersama FKUB Kota Mojokerto Ini Pesan Dandim 0815
Mojokerto, - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Mojokerto menggelar silaturahmi dan audiensi dengan Majelis Agama Hindu Kota Mojokerto di Rumah Makan Pangestu Jalan RA Basuni Sooko Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (29/11/2018) malam.
Dalam kata pembukanya, Ketua FKUB Kota Mojokerto KH Faqih Usman Lc, diantaranya mengajak bersama-sama untuk membimbing, membina dan mengarahkan generasi muda sehingga tidak salah jalan dan sesuai dengan ajaran agama yang benar.
Sementara Ketua PHDI Kota Mojokerto, Ketut Sukena, diantaranya menyampaikan, Umat Hindu di Kota Mojokerto sangat guyub dan setiap sebulan sekali mengadakan arisan dan makan bersama. Disampaikannya Umat Hindu Kota Mojokerto belum memiliki Pura sebagai tempat ibadah dan selama ini beribadah di Pura SPN Bangsal.
Masih tuturnya, PHDI siap mendukung program-program pemerintah agar situasi keamanan di wilayah Kota Mojokerto bisa kondusif dan semoga pertemuan malam ini dapat meningkatkan kerukunan umat beragama.
Pada kesempatan tersebut, Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., melalui Pejabat Utama Kodim 0815 Lettu Inf Benny Irawan, A.Md, berpesan, berkaitan dengan Pileg dan Pilpres mendatang, agar para pemuka agama menyampaikan kepada umatnya untuk menjaga situasi agar tetap kondusif, silahkan mendukung/memilih Caleg/Capres sesuai pilihannya akan tetapi jangan terlalu fanatik.
Dandim juga berpesan untuk mengutamakan kerukunan antar umat beragama dan diharapkan para pemuka/pemimpin agama melaksanakan perannya sebagai pendingin dalam situasi politik yang kian dinamis, dan tidak membawa kepentingan politik pada forum atau kegiatan FKUB.
Masih dalam forum yang sama, penyampaian dan arahan juga disampaikan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono, SH., S.IK., MSc (Eng) dan Kepala Kantor Kemenag Kota Mojokerto Drs. Zaini, M.Ag.
Hadir dalam kegiatan antara lain, Para PJU Polres Mojokerto Kota, Staf Bakesbangpol Kota Mojokerto Drs. Moch. Andy Subono, Pengurus FKUB Kota Mojokerto, Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Mojokerto dan undangan.
Rakor Pembinaan Wilayah, Ini Penyampaian Pabungdim 0815
Mojokerto, - Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0815 Mojokerto Mayor Arm Imam Duhri
mewakili Dandim 0815 mengikuti Rapat Koordinasi Pembinaan Wilayah (Rakorbinwil)
Kabupaten Mojokerto yang berlangsung di Ballroom Damarwulan Hotel Raden Wijaya,
JaIan Raden Wijaya Nomor 42 Kota
Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (28/11/2018) malam.
Rakorbinwil
dalam rangka Menciptakan Keamanan Dan Kenyamanan Lingkungan Serta
Mengantisipasi Potensi Bencana Alam, diselenggarakan Bakesbangpol Kabupaten
Mojokerto dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Mojokerto, yakni Wakil Bupati
Mojokerto H. Pungkasiadi, SH, Kapolres Mojokerto diwakili Kasubag Binops,
Kapolres Mojokerto Kota diwakili Kasub Padalops.
Selain
unsur Forkopimda atau yang mewakili, hadir dalam acara tersebut Para Ka OPD
Kabupaten Mojokerto antara lain Kabakesbangpol Eddy Taufiq, S.STP, Kasatpol PP
Suharsono, S.Sos., M.Si, Para Camat, Kapolsek dan Danramil serta undangan
sedikitnya 70 orang.
Acara
diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kemudian pembukaan
Rakor oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Mojokerto H. Agus M Anas ES,
SH., MM.
Pada
kesempatan tersebut, Wakil Bupati Mojokerto H. Pungkasiadi, SH., dalam
sambutannya diantaranya mengajak semua pihak baik unsur Pemerintah, Forpimka
maupun elemen masyarakat untuk berperanserta dalam mengantisipasi terjadinya
bencana banjir, melalui hal-hal kecil seperti membersihkan lingkungan, saluran
air dan lain-lain.
Wabup
juga mengajak untuk bersama-sama memetakan kawasan rawan bencana, seperti Desa
Kunjorowesi yang sering dilanda kekurangan bahkan kekeringan saat kemarau,
bencana longsor di wilayah Pacet, puting beliung di wilayah Jetis dan banjir di
wilayah Mojoanyar.
Sementara
Pabung Kodim 0815 Mojokerto Mayor Arm Imam Duhri, menyampaikan, seperti kita
ketahui bersama, bencana merupakan suatu peristiwa yang disebabkan faktor alam,
non alam dan manusia. Yang disebabkan faktor alam yaitu gunung meletus, banjir,
kekeringan dan tanah longsor. Kemudian faktor non alam yaitu akibat kegagalan
teknologi dan yang disebabkan faktor manusia yaitu tidak disiplinnya manusia.
Masih
lanjut Pabung, kondisi geografis wilayah Mojokerto sangat rawan dalam bencana
alam baik longsor, banjir, puting beliung maupun kekeringan, di wilayah
Mojokerto juga terdapat gunung yang aktif.
Ada tiga
cara atau langkah untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari bencana alam
yaitu pertama mengenali daerah rawan bencana dan pemetaan wilayah yang
berpotensi bencana; kedua mitigasi bencana baik struktural maupun non
struktural; dan ketiga siap mengantisipasi bencana dengan skenario kasus
terburuk.
Disampaikan
pula oleh Pabung, mitigasi struktural dilakukan dengan membuat atau memperkuat
sarana untuk mengurangi dampak bencana, baik secara alami maupun rekayasa
teknis, misalkan untuk mencegah bencana banjir bisa dilakukan dengan pembuatan
tanggul, membuat sumur resapan dan menanam pohon di tebing-tebing sungai. Untuk
mitigasi longsor melalui penghijauan kawasan perbukitan, membuat tanggul
penahan longsor dan lain-lain.
“Sementara
mitigasi lainnya (non struktural) melalui peningkatan kesadaran masyarakat
dalam menghadapi bencana. Sebagai tambahan, tentunya kita bersama terus berdo’a
agar Mojokerto dijauhkan dari bencana,”demikian pungkas Pabung.
Forpimka Mojoanyar Berikan Pembekalan Anggota Satlinmas
Mojokerto,
- Dalam upaya meningkatkan kemampuan,
keterampilan, pengetahuan dan motivasi anggota Satuan Perlindungan Masyarakat
(Satlinmas), Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Mojoanyar memberikan
pembekalan dan pelatihan bagi anggota Satlinmas Desa Gebangmalang, Kecamatan
Mojoanyar Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (28/11/2018) malam.
Kegiatan yang
berlangsung di Balai Desa setempat, dibuka Kades Gebangmalang H. Sagi, ST,
diantaranya meminta anggota Linmas Desa Gebangmalang untuk menyimak materi yang
disampaikan narasumber sehingga hasilnya dapat diterapkan dalam pelaksanaan
tugas.
Sementara dari
Forpimka Mojoanyar, yang diawali dari Camat Mojoanyar, H. Faizun, SH., MM.,
sangat mengapresiasi anggota Linmas Desa Gebangmalang yang sangat antusias dalam
kegiatan pembekalan ini. Camat juga berharap, dengan semakin kompleks dan
fundamentalnya tugas Linmas di lingkup Pemerintahan Desa maka peran Linmas
harus dapat dirasakan masyarakat.
Senada dengan
Camat, Kapolsek Mojoanyar AKP Margo Sukwandi, SH juga menegaskan, tugas, peran
dan fungsi Satlinmas sangat dibutuhkan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan
yang kondusif dan Satlinmas menjadi pelopor dalam Kamtibmas bagi Pemerintah
Desa.
Berikutnya
giliran Danpos Ramil Mojoanyar yang diwakili Sertu Suratin, mengatakan saat ini
keberadaan Linmas sangat mutlak dan dibutuhkan masyarakat. Linmas merupakan
bagian dari masyarakat yang harus dilatih, diberikan keterampilan dan
pengetahuan sehingga dapat melaksanakan tugas secara profesional, proporsional
dan sesuai aturan.
Disampaikan
pula, terkait dengan kondisi daerah Gebangmalang yang kategori rawan banjir
kiriman, terlebih sudah memasuki musim penghujan Linmas harus meningkatkan
kepekaan, selalu waspada dan aktif sehingga dapat mencegah secara dini dampak
yang ditimbulkan akibat banjir kiriman.
Sertu Suratin
juga berpesan, apabila anggota Linmas mengalami hambatan atau menemui
permasalahan agar melapor kepada Kepala Desa, dan unsur tiga pilar desa yakni
Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Usai
pembekalan materi, Kades Gebangmalang dan unsur Forpimka Mojoanyar menyerahkan
secara simbolis alat dan perlengkapan Satlinmas.
Sebelum acara
berakhir Babinsa Gebangmalang Sertu Muhammad Ansor dan Bhabinkamtibmas setempat
Aiptu Ugik S memberikan materi praktek Peraturan Baris Berbaris (PBB) bagi 30 orang anggota Satlinmas.
Kasdim 0815 Mojokerto Motivasi Pemuda Hadapi Indonesia Emas
Mojokerto,
- Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf
Nuryakin, S.Sos menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan Pendidikan Wawasan
Kebangsaan Bagi Generasi Muda Tahun 2018 yang dilangsungkan di Hall Multi Ubaya
Training Center (UTC) Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto, Jawa
Timur, Rabu (28/11/2018).
Dalam materi
bertajuk Proxy War dan Peran Pemuda Dalam Upaya Menegakan NKRI Menuju Indonesia
Emas, Kasdim 0815 mengawalinya dengan sejarah nusantara Masa Kerajaan Sriwijaya
hingga kehancuran Kerajaan Majapahit. Dijelaskan pula Masa Kolonial
Belanda-Perang bersifat kedaerahan, Masa Kebangkitan Nasional dengan lahirnya
organisasi Boedi Utomo oleh Dr. Soetomo tanggal 20 Mei 1908 yang menjadi
perintis semangat kebangsaan, sampai lahirnya Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober
1928 yang merupakan penegas semangat kebangsaan sekaligus pendobrak kesadaran
nasional.
Masih papar
Kasdim, setelah Bangsa Indonesia merdeka melalui Proklamasi 17 Agustus 1945,
semua warga negara memiliki misi untuk mempertahankan kemerdekaan sampai titik
darah penghabisan serta mengisi kemerdekaan demi tercapainya cita-cita dan
tujuan nasional Bangsa Indonesia.
Tentunya semua
sudah mengetahui, lanjut Kasdim, semua negara di dunia sangat berkeinginan dan
berkepentingan untuk menguasai Indonesia dalam berbagai aspek. Posisi Indonesia
sangat strategis sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari
17.504 pulau. Posisi geografis Indonesia
yang ada pada garis khatulistiwa (equator) menjadikan Indonesia menjadi sangat
subur dengan vegetasi alam sangat luar biasa dan tersedia sepanjang tahun.
Selain itu melimpahnya sumber daya alam, mineral dan pangan.
Indonesia
dengan segala potensi dan kekayaan alamnya ini
telah menimbulkan hasrat negara-negara lain untuk menguasai Indonesia
dengan berbagai cara, diantaranya melalui investasi dengan tujuan
mengeksploitasi SDA dan menjadikan Indonesia sebagai pasar produknya.
Pembentukan pakta perdagangan untuk menekan Indonesia dan mempengaruhi
pemerintah melalui jalur diplomasi, menciptakan konflik domestik untuk
menggangu kegiatan produksi dan mencegah konsentrasi Pemerintah Indonesia dalam
menjalankan program pembangunan.
Masih lanjut
Kasdim, ini semua dilakukan melalui perang proxy atau proxy war yaitu sebuah
konfrontasi antara dua negara yang tidak saling berhadapan dengan menggunakan
pihak ketiga untuk mengalahkan musuhnya dan tidak diketahui siapa lawan atau
kawan.
“Sasaran proxy
war ini meliputi segala aspek berbangsa dan bernegara, ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya dan Hankam, seperti demonstrasi buruh yang menimbul
konflik sosial, tawuran antar pelajar/mahasiswa, bentrok antar kampung,
penyalahgunaan dan peredaran Narkoba, perilaku seks bebas, dan lain-lain,”
beber Kasdim.
Dihadapan 98
peserta pendidikan wawasan kebangsaan, Kasdim menegaskan, untuk menghadapi
semua ancaman yang kian nyata tersebut, kita harus bijak dan bersatu, tidak
hanya langkah antisipasi namun harus melalui aksi nyata. Di sinilah peran pemuda dan mahasiswa selaku
generasi muda bangsa sangat penting dan strategis untuk mengatasi krisis dan
menyelamatkan Indonesia. “Ingat,
Milestones 100 tahun menuju Indonesia Emas, ada di tangan pemuda,” tegasnya.
Sebelum
mengakhiri materinya, Kasdim mengajak untuk memahami dan mengamalkan
nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai idelogi negara dan
berpegang teguh pada UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai
bentuk negara sekaligus rumah bersama serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai
semboyan negara yang berisi semangat untuk bersatu ditengah keberagaman.
“Untuk itu,
para pemuda dan mahasiswa harus memainkan peran strategisnya menuju Indonesia
Emas serta demi tetap tegak dan jayanya NKRI,” pinta Kasdim.
Sambut Hari Juang Kartika dan HUT Kodam V/Brw, Kodim 0815 Gelar Karya Bakti Di Masjid Hidayatulloh
Mojokerto,
- Kodim 0815 Mojokerto menggelar
berbagai kegiatan dalam menyambut Hari Juang Kartika Ke-73 dan HUT Ke-70 Kodam V/Brawijaya Tahun 2018. Sebelumnya, kegiatan yang sudah dilaksanakan
yaitu karya bakti, bakti sosial dan penghijauan.
Kali ini
kegiatan yang dilakukan berupa penyerahan bantuan tandon air kapasitas 2.000
liter untuk Masjid Hidayatulloh Dusun Pekojo Desa Tunggalpager Kecamatan
Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (29/11/2018).
Kegiatan yang
dikemas dalam bentuk “Karya Bakti Peduli Lingkungan Dalam Rangka Memperingati
Hari Juang Kartika Ke-73 dan HUT Ke-70 Kodam V/Brawijaya Tahun 2018”, dipimpin
Danramil 0815/11 Pungging Kapten Arh Aris Tiyono.
Pada kesempatan
tersebut, Danramil 0815/11 Pungging Kapten Arh Aris Tiyono, mengatakan pihaknya
mewakili Dandim 0815 Mojokerto menyerahkan bantuan tandon air untuk Masjid Hidayatulloh, semoga bantuan ini bermanfaat
bagi Jama’ah Masjid.
“Karya bakti
ini dilakukan dalam rangka Memperingati Hari Juang Kartika Ke-73 dan HUT Ke-70
Kodam V/Brawijaya Tahun 2018,” ungkapnya.
Sementara,
Takmir Masjid Hidyatulloh, H. Hasan sekaligus mewakili Kasun dan Kades
Tunggalpager, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Kodim 0815
Mojokerto.
“Kami mewakili
masyarakat Dusun Pekojo Desa Tunggalpager sekaligus selaku Takmir Masjid
Hidayattulloh mengucapkan terima kasih kepada Dandim 0815 Mojokerto atas
bantuan tandon air yang memang sangat dibutuhkan di masjid kami,”ucapnya.
Nampak hadir
di acara tersebut, antara lain Kades Tunggalpager, H. Makruf, Kasun Pekojo
Umbaran, Babinsa Tunggalpager Serma M. Ainun, Anggota Koramil Pungging dan
Warga sekitar Masjid.
Pabungdim 0815 Ajak Mahasiswa Bersatu Perkokoh Persatuan Dalam Ke-Bhinneka-an
Mojokerto,
- Memperkokoh Persatuan Bangsa Dalam Ke-Bhinneka-an menjadi tajuk utama Perwira
Penghubung (Pabung) Kodim 0815 Mojokerto Mayor Arm Imam Duhri saat memberikan
pembekalan kepada mahasiswa di Ubaya
Training Centre (UTC) Desa Tamiajeng Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto,
Jawa Timur, Selasa (27/11/2018) malam.
Pabung Kodim
0815 Mojokerto Mayor Arm Imam Duhri menjadi salah satu pemateri kegiatan
Pendidikan Wawasan Kebangsaan Bagi Generasi Muda TA. 2018 yang diselenggarakan
Kodim 0815 Bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten
Mojokerto, yang berlangsung mulai Selasa (27/11) hingga Kamis (29/11).
Dihadapan 98
perwakilan mahasiswa se-Kabupaten Mojokerto, Pabung mengawali materinya dengan
mengupas Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang negara Burung
Garuda (Garuda Pancasila), untuk melambangkan kesatuan dan persatuan Bangsa
Indonesia yang sangat beraneka ragam meliputi suku bangsa, ras, agama,
keyakinan, bahasa, budaya, adat istiadat, dan lain-lain.
“Kalimat ini
(Bhinneka Tunggal Ika, -red) dikutip dari Kakawin Jawa Kuno yakni Kakawin
Sutasoma Karya Mpu Tantular di era Kerajaan Majapahit sekitar Abad XIV, yang
mengajarkan toleransi antara pemeluk agama Hindu (Siwa) dan Umat Buddha saat
itu,” terangnya.
Masih papar
Pabung, semangat persatuan ini, terlahir kembali dan digelorakan dengan
lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 dan Ikrar Sumpah Pemuda pada
28 Oktober 1928. Kedua momentum ini
lahir karena persamaan dan kesatuan sejarah, nasib, budaya dan azas kerohanian.
“Setelah
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Bangsa Indonesia berupaya untuk
mencapai cita-cita nasional yaitu mencapai masyarakat yang adil dan makmur
berdasarkan Pancasila. Selain cita-cita
nasional, masih ada tujuan nasional bangsa Indonesia, yakni Melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; Memajukan kesejahteraan
umum; Mencerdaskan kehidupan bangsa; Melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” bebernya.
Pasca
kemerdekaan, lanjut Pabung, dengan semangat persatuan Bangsa Indonesia berhasil
mengatasi berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan seperti agresi
militer Belanda dan gerakan separatis dalam negeri. Namun, seiring berjalannya waktu terlebih di
era globalisasi saat ini, nilai-nilai kebhinnekaan mulai luntur bahkan terancam
dikarenakan lemahnya penegakkan hukum, banyaknya kasus bernuansa SARA (Suku,
Agama, Ras dan Antar Golongan), minimnya pendidikan kewarganegaraan serta
munculnya gejala-gejala intoleransi yang mengoyak keberagaman seperti geng
pelajar, tawuran antar sekolah, tawuran antar kampung, dan lain-lain.
“Kondisi ini
tidak bisa dibiarkan berlarut namun harus dicarikan solusi untuk mengatasinya,
diantaranya melalui literasi media khususnya bagaimana menggunakan media sosial
secara benar, pentingnya mengembalikan pendidikan moral baik formal maupun
informal, mendorong mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) untuk
memikirkan kondisi nasional,” tandasnya.
Pabung juga
mengingatkan tentang pentingnya pemahaman dan implementasi Pancasila sebagai
dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, dan wawasan
nusantara sebagai sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, yang dalam pelaksanaannya mengutamakan
kesatuan wilayah dan menghargai kebinnekaan guna mencapai tujuan nasional.
“Tidak kalah
pentingnya, persatuan dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap warga
masyarakat termasuk para mahasiswa selaku generasi muda penerus bangsa agar
dapat mewujudkan kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang. Kita harus
Jalin Kerukunan agar tercipta persatuan dan kesatuan dalam memantapkan
perdamaian abadi guna mewujudkan keadilan sosial, “ demikian kata Pabung di
akhir materinya.
Kodim 0815 Bersama Bakesbangpol Gelar Bimtek Wawasan Kebangsaan Untuk Mahasiswa
Mojokerto,
- Kodim 0815 Bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten
Mojokerto menyelenggarakan Bimtek Wawasan Kebangsaan yang ditandai dengan
upacara pembukaan di Lapangan Ubaya Training Centre (UTC) Desa Tamiajeng
Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (27/11/2018).
Asisten
Pemerintahan dan Kesra Serdakab Mojokerto H. Agus M Anas ES, SH., MM.,
bertindak sebagai Irup pada Upacara Pembukaan Pendidikan Wawasan Kebangsaan
Bagi Generasi Muda Tahun 2018, sementara Danpos Mojoanyar Letda Inf Akhmad
Rifa’i sebagai pejabat Perwira Upacara dan Komandan Upacara dijabat Babinsa
Koramil 0815/17 Trawas Sertu Joko Purianto.
Wakil Bupati
Mojokerto, dalam amanatnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra
Serdakab Mojokerto H. Agus M Anas ES, SH., MM., diantaranya menyampaikan,
Negara Indonesia adalah Negara yang besar terdiri dari berbagai suku bangsa,
agama, budaya dan lain-lain. Kita semua
berkewajiban untuk menjaga NKRI dari berbagai rongrongan, gangguan maupun
ancaman.
“Kemajuan
teknologi khususnya IT memang banyak memiliki dampak positif namun tidak
sedikit pula efek negatifnya apabila kita tidak berhati-hati dan
mencermati,” ucapnya.
Garda terdepan
bangsa ini ada di tangan para pemuda, dan pemuda harus memiliki semangat cinta
tanah air dan bela negara untuk pertahanan dan ketahanan negara.
“Hal ini
menjadi salah satu pertimbangan dilaksanakannya pendidikan wawasan kebangsaan,
dengan tujuan selain mampu menerapkan nilai-nilai wawasan kebangsaan, para
pemuda juga kelak harus dapat mewariskan kepada generasi penerus berikutnya
demi terwujudnya persatuan dan kesatuan serta tegaknya NKRI,” pungkasnya.
Sementara,
Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos yang mewakili Dandim 0815, saat
memberikan arahan kepada peserta Diklat Wawasan Kebangsaan, menyampaikan,
pelaksanaan kegiatan pendidikan Wawasan Kebangsaan ini kepada generasi muda ini
merupakan tindak lanjut dari MoU antara Kodim 0815 Mojokerto dan Bakesbangpol
Kabupaten Mojokerto.
Saat ini,
lanjut Kasdim, segmen yang digarap adalah mahasiswa, untuk tahun depan Ormas
Kepemudaan, Santriwan/santriwati dan
pelajar. “Untuk pemilihan tempat disesuaikan dengan sasaran yang ingin dicapai
yaitu membentuk mental yang tangguh serta membekali para mahasiswa sikap cinta
tanah air dan semangat bela negara,”ungkap Kasdim.
Hadir dalam
kegiatan, antara lain Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto Eddy Taufiq,
S.STP selaku penanggung jawab kegiatan, Danramil 0815/17 Trawas Kapten Inf Suparno beserta unsur Forpimka, Para Kabid
pada Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, dan peserta Pendidikan Wawasan
Kebangsaan sejumlah 98 orang.
Sambut Hari Juang Kartika, Kodim 0815 Mojokerto Gelar Penghijauan
Mojokerto, - Serangkaian kegiatan
dalam rangka menyambut Hari Juang Kartika Ke-73 dan HUT Ke-70 Kodam V/Brawijaya telah dilangsungkan Kodim
0815 Mojokerto, diantaranya karya bakti, bakti sosial dan berbagai kegiatan
lainnya.
Seperti pada Rabu (28/11/2018), dilaksanakan kegiatan penghijauan
penanaman pohon di Dusun Urung Urung Desa Jatijejer Kecamatan Trawas Kabupaten
Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Kodim 0815
Mojokerto dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Pada kesempatan tersebut, Kasdim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin,
S.Sos, mewakili Dandim 0815 mengatakan, penghijauan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari
Juang Kartika Ke-73 dan HUT Ke-70 Kodam V/Brawijaya Tahun 2018.
“Penghijauan ini bertujuan untuk mencegah bahaya banjir dan tanah
longsor. Selain itu, melalui penanaman pohon kembali, akan memperkuat daya ikat
tanah dan memudahkan penyerapan air di saat musim penghujan serta menjaga
kondisi alam agar tetap lestari,” tandas Kasdim.
“Melalui penghijauan ini juga dapat memperbaiki kualitas air tanah,
mengurangi polusi udara dan pemanasan global (global warming) serta sejumlah
manfaat lainnya. Untuk itu utamakan pemeliharaan dan perawatan tanaman agar
bermanfaat bagi kita sekaligus menjaga kondisi alam dari bahaya bencana,”
ungkap Kasdim saat di lokasi kegiatan.
Ditambahkan Kasdim, sejumlah 3.500 bibit pohon tanaman keras ditanam
dalam aksi penghijauan di Lereng Gunung Penanggungan ini. “Untuk jenis bibit
pohon yang ditanam yaitu sengon laut 3.000 pohon, jati 100 pohon, kelengkeng 50
pohon dan nangka 350 pohon,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini juga melibatkan sedikitnya 75 orang, antara lain
Danramil 0815/17 Trawas Kapten Inf Suparno, Kapolsek Trawas beserta 2 anggota,
Camat Trawas, Personel TNI dari Kodim 0815 Mojokerto 47 orang, Kades Jatijejer
Mujiono beserta Perangkat Desa dan Masyarakat 20 orang, Pramuka 5 orang dan
Relawan Macan Putih 15 orang.
Bentengi Prajurit - KBT Dari Pengaruh Narkoba Kodim 0815 Sosialisasikan P4GN
Mojokerto,
- Untuk mengoptimalkan daya tangkal Prajurit, ASN/PNS AD dan Anggota Persit
Kartika Chandra Kirana (KCK) terhadap bahaya peredaran Narkoba, Kodim 0815
Mojokerto menggelar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan
Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Triwulan IV TA. 2018.
“Optimalisasi
daya tangkal Prajurit, PNS dan Persit terhadap pengaruh bahaya Narkoba ini
merupakan salah satu target yang harus dicapai,” demikian ungkap Dandim 0815
Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH dalam sambutan tertulisnya yang
dibacakan Perwira Penghubung Kodim 0815 Mojokerto Mayor Arm Imam Duhri saat
Sosialisasi P4GN di Ruang Data Makodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota
Mojokerto, Jawa Timur, Rabu
(28/11/2018).
Meningkatnya
daya tangkal ini, lanjutnya, diharapkan mampu melemahkan sekaligus menumpas
aktivitas jaringan sindikat peredaran gelap Narkoba yang mencoba masuk dan
merusak di lingkungan Keluarga Besar Kodim 0815 Mojokerto.
Untuk itu
maksimalkan sosialisasi P4GN ini sebagai pengetahuan untuk menambah wawasan
sehingga dapat menjadi bekal para Prajurit, PNS/ASN AD, dan Persit beserta
keluarga besarnya, untuk membentengi diri dari pengaruh bahaya Narkoba.
“Sebagai
Benteng Negara, TNI/TNI AD termasuk ASN/PNS AD dan keluarga besarnya jangan
sampai terpengaruh Narkoba, terlebih menjadi bagian jaringan atau sindikat
barang haram tersebut. Hindari Narkoba,
hidup sehat dan cerdas tanpa Narkoba,” tandasnya.
Di akhir
sambutannya, Dandim mengajak peserta sosialisasi untuk menghindari, memerangi
dan memberantas Narkoba secara bersama-sama melalui aksi nyata yang diawali
dari diri pribadi, keluarga dan satuan menuju Indonesia yang berbudaya,
berkarakter, bermartabat dan sejahtera.
Untuk
diketahui, kegiatan Sosialisasi P4GN yang bertemakan “Stop Penyalahgunaan
Narkoba dan Sukseskan Program Indonesia Bebas Narkoba, Hidup Sehat dan Cerdas
Tanpa Narkoba”, diikuti sejumlah 80 orang Prajurit, PNS/ASN AD, Persit Kodim
0815 dan Koramil Jajaran.
Sementara itu,
dihadapan peserta sosialisasi, Pasi Intel Kodim 0815 Lettu Inf Benny Irawan,
A.Md, dalam materinya memaparkan tentang definisi Narkoba, akibat dan dampak
bagi pengguna Narkoba, sanksi hukum dan upaya pencegahan.
Kegiatan P4GN
diakhiri dengan pemeriksaan urine secara acak bagi 25 personel militer oleh Tim
Tester dari Denkesyah 05.04.02 Mojokerto Kapten Ckm Suhadjar Yudho beserta
anggota, dengan hasil secara keseluruhan negatif.
Penerjun Free Fall Brigif PR 18 Trisula Kostrad Mendarat Di Mojopilang Mojokerto
Mojokerto,
- Sejumlah 20 Penerjun dari Brigif Para
Raider 18 Trisula/Savatra Eva Yudha (SEY) Kostrad dipimpin Danton Pandu
Udara Lettu Inf Dian Kurniawan mendarat
di Desa Mojopilang Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu
(28/11/2018).
Dandenma
Brigif Para Raider 18 Trisula/SEY Kostrad Mayor Inf Arifianto mengatakan, latihan penerjunan ini
merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Prajurit Kostrad dua kali dalam
setahun.
“Latihan ini
digelar dalam rangka memelihara, melatih dan meningkatkan kemampuan Free Fall
Terjun Bebas Militer (TBM) Personel Kostrad sebagai Prajurit Pandu Udara agar
selalu siap,” ungkapnya.
Lebih lanjut
Mayor Inf Arifianto mengatakan, tujuan latihan ini untuk menyiapkan daerah
penerjunan di sekitar Mojokerto – Jombang komplek dalam operasi lintas udara .
Pantauan di
lapangan, penerjunan taktis yang dilaksanakan Prajurit Brigif Para Raider 18
Trisula/SEY Kostrad Malang disambut gembira ratusan masyarakat Mojopilang dan
sekitarnya.
Masyarakat
yang memadati lapangan dan area persawahan Desa Mojopilang menyambutnya dengan
tepuk tangan meriah ketika para penerjun mendarat.
Tampak pula di
lokasi, belasan personel Kodim 0815 Mojokerto dipimpin Danramil 0815/06 Kemlagi
Kapten Inf Eko Wahyudi turut mengamankan berlangsungnya latihan penerjunan.
“Sedikitnya 15
personel kami kerahkan dan bersama-sama dengan Provoost Brigif PR 18 Kostrad,
mengamankan zona penerjunan mulai areal persawahan hingga lapangan,” ungkap
Danramil.
Koramil 0815/11 Pungging Bantu Kelancaran Layanan Imunisasi Difteri Di 8 Lokasi
Mojokerto,
- Pelayanan imunisasi dalam rangka Outbreak Responze Immunization (ORI) Difteri
Putaran III Tahun 2018 di wilayah Kabupaten Mojokerto masih berlangsung hingga
pekan terakhir Nopember 2018.
Untuk membantu
kelancaran layanan kesehatan ini, Kodim 0815 Mojokerto mengerahkan para Babinsa
yang tersebar di 18 Kecamatan.
Kali ini
Koramil 0815/11 Pungging melalui para Babinsa memantau sekaligus membantu
pelayanan imunisasi difteri di delapan lokasi dalam wilayah tiga desa,
Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (27/11/2018).
Di Desa
Watukenongo, pemberian imunisasi difteri menyasar dua SDN dan dilakukan Petugas
UPT Puskesmas Watukenongo, dr. Tommy Sitompul beserta Tim dibantu Bidan Desa
setempat, Karyati, Amd. Keb dengan didampingi Babinsa Serda Abdul Azis dan
disaksikan Kepala Sekolah masing-masing beserta guru.
Di lokasi ini,
pemberian imunisasi menyasar 322 siswa dengan rincian 163 siswa SDN Watukenongo
1 dan 159 siswa SDN Watukenongo 2. Dari jumlah tersebut, 19 siswa batal diimunisasi
karena sakit.
Sementara di
Desa Curahmojo, pemberian imunisasi difteri dilakukan Petugas dsri UPT
Puskesmas Watukenongo dan Bidan Desa setempat, Iswenti Gumelar dengan
didampingi Babinsa Curahmojo Serda Supriono beserta satu orang.
Di desa ini,
layanan imunisasi diberikan bagi 191 siswa SDN Curahmojo dan 40 siswa TK Dharma
Wanita. Dari 231 siswa, terdapat 8 siswa yang berhalangan diimunisasi karena
sakit.
Masih di
wilayah Pungging, sehari sebelumnya, Senin (26/11/2018) layanan imunisasi
difteri menyasar 4 lokasi di Desa Sekargadung, yaitu SDN Sekargadung 1, SDN
Sekargadung 2, TK Dharma Wanita 1 dan TK Dharma Wanita 2.
Menurut
pantauan Babinsa setempat, Serda Nanang Sumarna, pemberian imunisasi dilakukan
Petugas UPT Puskesmas Pungging sebanyak 4 Tim dibantu Bidan Desa Sekargadung
Mega Firgawati, S.ST.
Masih kata
Babinsa, untuk sasara imunisasi difteri di Desa Sekargadung sebanyak 447 siswa
dengan rincian 183 siswa di SDN Sekargadung 1 namun 3 siswa batal diimunisasi
karena sakit.
Kemudian SDN
Sekargadung 2 sebanyak 128 siswa, namun 4 siswa batal diimunisasi karena sakit.
Berikutnya TK Dharma Wanita 1 sejumlah 80 siswa dan TK Dharma Wanita 2 sebanyak
56 siswa.
Pada
kesempatan berbeda, Danramil 0815/11 Pungging Kapten Arh Aris Tiyono,
mengungkapkan, pihaknya menerjunkan seluruh Babinsa guna memantau sekaligus
membantu kelancaran layanan imunisasi difteri di wilayah binaan.
"Pengerahan
Babinsa ini sebagai bentuk dukungan dan peranserta kita guna membantu suksesnya
ORI Difteri di wilayah Pungging," ungkap Danramil.
Koramil 0815/12 Ngoro Bersama Warga Sedati Bersihkan Sungai
Mojokerto,
- Untuk mengantisipasi dan meminimalisir
banjir di wilayah binaan terlebih di awal musim penghujan, Koramil 0815/12
Ngoro menggandeng warga menggelar karya
bakti membersihkan Dam Sungai Ngetrep Dusun Ngetrep Desa Sedati Kecamatan Ngoro
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin
(26/11/2018).
Sejumlah 25
orang gabungan anggota Koramil Ngoro dan Warga Dusun Ngetrep tumplek blek
memadati Dam Sungai Ngetrep untuk membersihkan sampah yang menumpuk dan dahan
ranting pohon yang tersangkut di bawah Dam yang dilintasi Sungai Ngetrep.
Kades Sedati
M. Alwi YS beserta perangkat desa, Bati Komsos Koramil 0815/12 Ngoro Serma
Irwanto beserta enam orang anggota, Babinsa Sedati Serda Hefi Ofsanto Laluraga,
Kasun Ngetrep, Muhdor Habibie beserta warga Dusun Ngetrep Desa Sedati.
Suasana penuh
kebersamaan, ketika gabungan aparat dan warga bahu membahu bergotong royong
membersihkan sampah di Dam Sungai Ngetrep.
Danramil
0815/12 Ngoro Kapten Chb Djenal Abidin ketika dikonfirmasi melalui pesan
singkat Whatsapp, mengatakan kegiatan karya bakti ini bertujuan untuk
mengantisipasi sekaligus meminimalisir terjadinya banjir di wilayah binaan
khususnya Dusun Ngetrep Desa Sedati.
Dengan
dibersihkannya sampah-sampah ini, lanjut Danramil, saat turun hujan arus air
dari hulu sungai akan mengalir lancar menuju Kali Sadar, sehingga warga aman
dan terbebas dari banjir.
Tak lupa
Danramil juga menghimbau agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terlebih
ke sungai karena selain membuat lingkungan kurang nyaman juga menyebabkan
tersumbatnya aliran air yang akan menyebabkan banjir.
"Karya
bakti ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong dan
memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat," pungkas Danramil.
Sekedar
informasi, sumbatan sampah pada Dam Sungai Ngetrep sempat mengakibatkan
melubernya air sungai hingga menggenangi pemukiman di Lingkungan RT 04 RW 03
Dusun Ngetrep Desa Sedati dengan ketinggian air mencapai 15 hinhga 20 Cm, saat
hujan yang terjadi Minggu (25/11) lalu.
Bati Komsos Koramil 0815/13 Kutorejo Pembina Upacara Hari Guru
Mojokerto,
- Hari lahir PGRI Ke-73 Tahun 2018 sekaligus Hari Guru Nasional yang mengusung
tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21”, diperingati
di seluruh pelosok tanah air termasuk di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Salah satunya
di SMPN 2 Kutorejo, Desa Singowangi Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto,
Jawa Timur, Senin (26/11/2018).
Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di sekolah ini menggandeng
Koramil 0815/13 Kutorejo Kodim 0815 Mojokerto.
Pantauan di
lapangan, para petugas upacara seluruhnya dari Guru SMPN 2 Kutorejo, sementara
untuk Pembina Upacara dijabat Bati Komsos Koramil Kutorejo Serma Subini
mewakili Danramil 0815/13 Kutorejo Kapten Inf Didik Budi Santoso.
Hadir dalam
upacara tersebut, sedikitnya 754 orang, antara lain Kepala Sekolah SMPN 2
Kutorejo, Ibu Satsuana Jatiningtyas, S.Pd, MM., beserta 51 orang Guru, Babinsa
Koramil Kutorejo 3 personel dan 699 orang siswa-siswi SMPN 2 Kutorejo.
Saat menjadi
Pembina Upacara, Bati Komsos Koramil Kutorejo Serma Subini, mengucapkan Selamat
Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-73 Tahun 2018, semoga para guru terus
meningkatkan profesionalisme.
Kepada siswa –
siswi, Serma Subini mengatakan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Atas
jasa para guru banyak orang sukses dan menjadi para pemimpin bangsa. Untuk itu
kita semua harus menghargai jasa dan pengorbanan para guru.
Dikatakannya,
upacara bendera merupakan salah satu wujud penghormatan kita atas lambang
negara dan bentuk kecintaan kita atas tanah air. “Kegiatan seperti ini harus
terus ditanamkan, dipupuk dan ditumbuhkembangkan, sehingga para siswa memiliki
sikap cinta tanah air dan tidak melupakan sejarah bangsa, para pahlawan
termasuk guru didalamnya” harapnya.
Setelah
upacara dilanjutkan pemberian ucapan selamat hari ulang tahun dan hadiah bagi
bapak ibu guru oleh para siswa.
Pementasan teatrikal seni dan latihan PBB menjadi penutup pada acara
tersebut.
Usai kegiatan,
Kepala Sekolah SMPN 2 Kutorejo, Ibu Satsuana Jatiningtyas, S.Pd, MM.,
mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Koramil Kutorejo, atas
kerja sama yang sudah terjalin selama ini termasuk dalam pelaksanaan Upacara
Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional.
“Dengan
hadirnya personel dari Koramil ke SMPN 2 Kutorejo dapat memberikan warna baru
bagi anak didik kami terutama tentang kedisiplinan dan ketertiban dalam
mengikuti upacara yang diawali dengan latihan baris berbaris (PBB) dan
penghormatan yang diberikan baik sebelum pelaksanaan maupun setelah upacara,”
ucapnya. *Pendim-0815*
Babinsa Modongan Sooko Dampingi Poktan Sekar Tani Rawat Tanaman Padi
Mojokerto,
- Dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan, anggota TNI dari Koramil 0815/03
Sooko Kodim 0815 Mojokerto melalui para Babinsa melaksanakan kegiatan
pendampingan terhadap petani dan kelompok tani yang ada di wilayah binaan.
Seperti yang
dilakukan Babinsa Modongan Serka Sumardi mendampingi petani merawat tanaman
padi di lahan seluas 0,8 hektar, milik Sokib, Poktan Sekar Tani, Dusun/Desa
Modongan Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (26/11/2018).
Di lahan yang
ditanami jenis padi varietas Ciherang berumur 2,5 bulan ini, perawatan tanaman
padi menyasar pembersihan gulma dan rumput liar yang tumbuh di rumpun maupun
sela-sela tanaman padi.
Saat di lokasi
kegiatan Serka Sumardi menuturkan, gulma atau rumput liar ini harus dibersihkan
secara berkala baik secara manual, dengan menggunakan alat atau semi mekanis
atau dibasmi menggunakan herbisida.
“Bila gulma
dibiarkan tumbuh maka akan menghalangi dan menghambat penyerapan sinar
matahari, unsur hara dan air sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Selain membersihkan gulma, juga dilakukan pengecekan hama tanaman dan penyakit
sehingga dapat diantisipasi dan ditangani secara dini,” terangnya.
Masih di
wilayah Sooko, kegiatan serupa juga dilakukan Babinsa Brangkal Serka Samsul,
yang mendampingi pengairan lahan seluas 0,4 hektar yang ditanam jagung varietas
BISI-18, milik Syamsul, Poktan Tani Brangkal II di Dusun/Desa Brangkal, pada
Sabtu (24/11) lalu.
Terpisah,
Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto saat dikonfirmasi mengatakan,
pendampingan yang dilakukan para Babinsa merupakan bagian upaya khusus
ketahanan pangan dalam mendukung dan mensukseskan pencapaian swasembada pangan
di wilayah.
“Kehadiran
Babinsa di tengah-tengah petani harus memiliki manfaat atau nilai tambah,
paling tidak mampu mengajak dan memotivasi para petani untuk lebih meningkatkan
produktifitas pertanian. Bila hasil
panen meningkat maka pencapaian swasembada pangan yang ditargetkan akan
tercapai dan dengan sendirinya pendapatan petani akan bertambah,” tandas
Danramil.























