• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Perangkat Desa Simbaringin & Kertosari Resmi Dilantik



                              
Mojokerto,-   Danramil 0815/13 Kutorejo Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Didik Budi Santoso bersama Forpimka hadir dan menyaksikan pelantikan dan pengambilan sumpah dua perangkat Desa Simbaringin Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto.

Kedua perangkat desa tersebut yakni Ahmad Adi Setya Sukma sebagai Kasi Pemerintahan dan Imroatus Shobiro sebagai Kaur Keuangan.  Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan kedua perangkat ini dilakukan Kepala Desa Simbaringin, Tri Wahyudi di Balai Desa Simbaringin, Selasa (23/10/2018) malam.

Kades Tri Wahyudi mengatakan, dengan dilantiknya kedua perangkat ini maka dua jabatan perangkat desa Simbaringin yang selama ini kosong sudah tepenuhi. Kades berpesan agar perangkat baru segera beradaptasi dan menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas demi kesejahteraan masyarakat Simbaringin.

Sementara Camat Kutorejo, Drs. Budiono, MH dalam sambutannya mengatakan, pelantikan kedua perangkat desa malam ini merupakan proses akhir dari penjaringan dan pengisian perangkat Desa Simbaringin. Camat berharap kedua perangkat baru ini mampu melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga membawa kebaikan dan kemakmuran bagi masyarakat.

“Kami yakin dan percaya kedua perangkat desa yang baru dilantik memiliki kompetensi karena selama ini sudah bekerja di kantor desa dan terbiasa melayani masyarakat,” ungkapnya.

Hadir dalam acara pelantikan sekitar 50 orang, antara lain Kapolsek Kutorejo AKP Putu Sadia, Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Mojokerto Drs. Junaedi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, Ketua LPM, Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan undangan. 

Masih di wilayah Kutorejo, kegiatan pelantikan perangkat desa juga berlangsung Balai Desa Kertosari, hari ini, Rabu (24/10/2018). Ketiga perangkat desa yang dilantik ini, yaitu Nur Kholis sebagai Kepala Dusun Sidomulyo, Siti Nur Aniyah sebagai Kasi Kesejahteraan dan Bambang Setiawan. Pelantikan ini merupakan hasil seleksi tanggal 9 Oktober 2018 lalu yang diikuti 23 peserta.

Selain pelantikan, pada acara tersebut juga dilakukan pengukuhan tiga perangkat desa, yakni Wulyono sebagai  Kasi Pemerintahan, Syaiful sebagai kasi Pelayanan dan Susi Sulistyowati sebagai Kaur Umum dan Perencanaan. Pengukuhan ketiga perangkat desa untuk penyesuaian sebagaimana diatur dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa.

Kegiatan pelantikan dan pengukuhan perangkat desa ini dilakukan Kepala Desa Kertosari Tantoko Endro serta dihadiri sekitar 60 orang, antara lain, Camat Kutorejo Drs. Budiono, MH, Danramil Kutorejo diwakili Pelda Saniman, Kapolsek Kutorejo AKP Putu Sadia, Sekcam Kutorejo, Mas’ud, Ketua BPD, Ketua LPM, Panitia Pengisian Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa dan undangan.

Share:

Kendalikan Hama Sundep Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dampingi Petani Semprot Tanaman Padi




Mojokerto, – Sebagai langkah untuk mengantisipasi serangan hama sundep atau keong mas pada tanaman padi, Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Sertu Slamet Langkung mendampingi petani dalam penyemprotan tanaman padi di Desa yang menjadi wilayah binaanya, Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto,  Jawa Timur, Selasa (23/10/2018).

Seperti kita ketahui saat musim kemarau, tanaman padi sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit.  Salah satu hama yang menyerang tanaman padi yaitu hama sundep atau keong mas. Hal tersebut bila segera tidak diatasi akan sangat merugikan petani hingga bisa berujung dengan gagalnya panen.
       
Untuk mengatasi itu semua, Sertu Slamet Langkung melakukan pendampingan penyemprotan tanaman padi jenis varietas Ciherang berumur 15 hari, milik Siswantik, salah satu anggota Poktan Dewi Sri, dengan luas lahan dua hektare menggunakan dua unit handsprayer.

Menurut Sertu Slamet Langkung penyemprotan pada tanaman padi menggunakan insektisida Virtaco 300 SC bertujuan untuk mengendalikan berkembangnya hama sundep dan menjaga tanaman agar terhindar dari segala gangguan hama dan penyakit lainnya, sehingga pertumbuhan padi tetap normal yang pada akhirnya dapat memproduksi hasil panen yang maksimal.

Babinsa juga meghimbau agar para petani lebih waspada karena hama akan cepat berkembang pada saat cuaca panas dan kondisi air yang tergenang. “Sebenarnya sundep ini menyerang sejak tanaman masih dipersemaian, namun belum terlihat jelas gejalanya sehingga petani kurang waspada terhadap serangan hama tersebut, untuk itu petani harus lebih jeli lagi dalam mengamati tanaman padinya,”pintanya.

Masih di wilayah Koramil 0815/05 Gedeg, kegiatan pendampingan juga berlangsung di Dusun Padangan Desa Terusan.  Babinsa setempat Peltu Wagito mendampingi perawatan dan pembersihan gulma pada tanaman padi varietas Mamberamo berumur 40 hari di lahan seluas 0,6 hektar, milik Sukir, anggota Poktan Sri Tani. 

Share:

Babinsa Koramil 0815/02 Trowulan Bersama Warga Kerja Bakti Pengecoran Jalan




Mojokerto, - Babinsa Koramil 0815/02 Trowulan Kodim 0815 Mojokerto Serda Irvan Novianto bersama warga masyarakat bergotongroyong melaksanakan kerja bakti pengecoran jalan di Dusun Jatisumber Barat  Desa Watesumpak Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,  Selasa (23/10/2018).

Kegiatan diawali dengan penggalian bagian tepi sisi jalan sepanjang 450 meter, lebar 80 centimeter dengan kedalaman 15 centimeter, di wilayah RT 05 RW 01 Dusun Jatisumber Barat Desa setempat.  Selain Babinsa, tampak pula Ketua RT 05, Subagyo, beserta 20 orang warga turut serta dalam kegiatan tersebut, mereka bahu-membahu mengerjakan penggalian dan pengecoran.  

Menurut Serda Irvan Novianto, kerja bakti pengecoran jalan ini dengan tujuan menambah lebar bahu jalan guna memperlancar arus lalu lintas.  Kegiatan ini sebenarnya ini sudah dimulai sejak Sabtu (20/10) pekan lalu, dengan melakukan penggalian di satu sisi tepi jalan.

“Semoga dengan adanya pelebaran jalan ini akan memperlancar arus lalu lintas dan distribusi barang dan jasa termasuk distribusi hasil pertanian. Selain itu bila kendaraan roda empat berpapasan tidak harus berhenti atau salah satu mengalah namun bisa langsung,” ungkapnya.

Sementara Ketua RT 05 RW 01 Dusun Jati Sumber Barat, Subagyo, mengungkapkan rasa senangnya dalam pengerjaan pengecoran jalan mendapat bantuan Babinsa Koramil Trowulan. Ketua RT juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Danramil trowulan yang telah menugaskan Babinsa di desanya.

Pada kesempatan berbeda, Danramil 0815/02 Trowulan Kapten Inf Herman Hidayat, saat dikonfirmasi mengungkapkan, sudah menjadi kewajiban Babinsa untuk berperanserta dalam kegiatan pembangunan di desa binaan termasuk mengatasi kesulitan warga masyarakatnya.
 
“Ini wujud kepedulian TNI melalui Babinsa yang bertugas di wilayah. Diharapkan dengan kerja bakti ini akan semakin menumbuhkan dan menghidupkan kembali budaya gotong royong serta memperkokoh kemanunggalan TNI – Rakyat,” ungkapnya.

Share:

Kasdim 0815 Mojokerto Pemateri Wasbang Seminar FPK




Mojokerto, - Peran Masyarakat Dalam Menjaga Keutuhan NKRI, menjadi topik utama Kepala Staf Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, saat memberikan materi wawasan kebangsaan kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Budayawan Kabupaten Mojokerto.

Kepala Staf Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, menjadi salah satu pemateri pada Seminar Pembinaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Mojokerto yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mojokerto dengan tema “Aktualisasi Ideologi Pancasila”, di Gedung STIKes-Poltekkes Mojopahit Jalan Raya Jabon, KM 2 Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018).

Proklamasi Kemerdekan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 sebagai pendobrak semangat kebangsaan dengan tekad mempertahankan kemerdekaan sampai titik darah penghabisan.  Kemudian setelah Indonesia merdeka, apa yang harus diperbuat dalam menjaga kedaulatan dan integritas bangsa, demikian Kasdim 0815 dalam mengawali materinya.

Dihadapan 175 orang peserta seminar, Kasdim memaparkan, eksistensi Negara Indonesia tidak bisa lepas dari interaksi dengan bangsa-bangsa lain dalam hubungan internasional yang masing-masing memiliki beragam kepentingan demi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk Indonesia. 

“Posisi geografis Indonesia yang sangat menguntungkan dan sumber kekayaan alam yang potensial, selain  sebagai rahmat juga berpotensi mengundang sejumlah kerawanan dan ancaman. Dengan kondisi tersebut telah memposisikan Indonesia menjadi ladang perebutan pengaruh negara-negara besar dengan segala cara, salah satunya melalui perang proxy (proxy war) dengan memanfaatkan segala aspek berbangsa dan bernegara yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan. Proxy war sudah menjadi ancaman nyata bagi NKRI,” paparnya.

Masih papar Kasdim, agar NKRI tetap utuh, Bangsa Indonesia harus memiliki daya tahan dan daya tangkal untuk menghadapi berbagai persoalan, ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan. Daya tahan dan daya tangkal atau imunitas bangsa (immunity of the nation) ini, diwujudkan melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai luhur bangsa oleh seluruh Warga Negara Indonesia.

“Memahami dan menerapkan nilai-nilai luhur bangsa yang dimplementasikan melalui menghormati perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah serta adanya jiwa nasionalisme dan harga diri. Ini sebagai salah satu bentuk konkret dari bela negara,” jelasnya.

Bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban seluruh Warga Negara Indonesia dan seluruh komponen masyarakat.  “Ini amanat konstitusi, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 31 Ayat (1) serta UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, sehingga seluruh warga negara wajib sifatnya untuk menjaga keutuhan NKRI dari setiap rong-rongan disintegrasi bangsa” tandas Kasdim. 

Sebelum mengakhiri materinya, Kasdim menegaskan agar senantiasa berpedoman pada “Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI” serta mengajak peserta seminar bersama-sama dengan komponen masyarakat lainnya untuk meneguhkan kembali peransertanya dalam menjaga dan mempertahankan NKRI.

Tampak hadir dalam kegiatan, antara lain Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, Eddy Taufiq, S.STP, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto H. M. Agus Anas ES, SH., MM.,  Kabagren Polres Mojokerto Kompol A. Sugianto, SH., selaku pemateri, Dosen IAIN Sunan Ampel Nasrullah selaku pemateri, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Ketua MUI Kabupaten Mojokerto KH. Mashul Ismail, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Mojokerto, Drs. H. Machfudz Said, M.Pd dan Anggota FPK Kabupaten Mojokerto selaku peserta seminar yakni Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, FKPPI, GP Ansor, BEM UNIM, BEM STIKES PPNI, BEM STIKES Majapahit dan Karang Taruna.

Share:

Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Dampingi Petani Pengairan Lahan Tanaman Jagung




Mojokerto, -  Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Kodim 0815 Mojokerto Peltu Jainul Arifin lakukan pendampingan pengairan lahan tanaman jagung milik Tamsyur, Anggota Poktan Tani Brangkal- 2, Dusun/Desa Brangkal Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/10/2018).

Di lahan seluas setengah hektar yang ditanami jenis jagung Hibrida BISI-18 berumur dua bulan ini, pengairan dilakukan dengan menggunakan mesin pompa air.  Pengairan dengan pompanisasi ini dilakukan karena jaringan irigasi pertanian mengalami kekeringan sementara tanaman jagung yang sedang masa pertumbuhan membutukan pasokan air yang cukup.

“Pengairan lahan jagung dengan mesin pompa air dilakukan untuk mencukupi suplay air bagi tanaman jagung yang sedang pertumbuhan dan mulai berbunga. ini sebagai langkah antisipasi gagal panen akibat kekurangan air,” ungkap Peltu Jainul Arifin di lokasi kegiatan.   

Masih tutur Peltu Jainul Arifin, lahan yang ditanami jagung ini sebenarnya memiliki jaringan irigasi, namun akibat musim kemarau berkepanjangan irigasi mengalami kekeringan sehingga pasokan air berkurang.

“Beruntung di setiap lahan milik Poktan tersedia sumur bor, sehingga memudahkan petani dalam memasok air dengan mesin pompa milik Poktan. Meskipun penggunaannya dilakukan secara bergantian setiap seminggu sekali, namun alhmadulillah kebutuhan air di lahan yang ditanami jagung bisa terpenuhi,” terangnya.

Tamsyur (65), Warga RT 06 RW 01 Dusun/Desa Brangkal, sangat berterima kasih dengan adanya Babinsa yang mendampingi dalam pengairan lahan tanaman jagung miliknya yang sudah mulai berbunga dan membutuhkan pasokan air yang cukup.   

Terpisah, Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto, saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya mengerahkan para Babinsa untuk melaksanakan pendampingan terhadap petani di wilayah binaan dengan tujuan mendukung pencapaian swasembada pangan di wilayah sesuai program pemerintah.

Terlebih saat kemarau seperti sekarang ini, lanjut Danramil, tentunya para petani sedang mengalami kesulitan air, di sini Babinsa harus hadir untuk mengajak, memotivasi dan membantu memberikan solusi sehingga diharapkan para petani akan tetap semangat dalam mengelola lahan pertanian.

“Sedemikian pentingnya air dalam budidaya pertanian maka para Babinsa harus mendampingi para petani dalam mencukupi pasokan air, walaupun dengan pompanisasi,” pungkasnya.

Share:

Danramil 0815/06 Bersama Forpimka Ikuti Kirab Budaya




Mojokerto, -  Danramil 0815/06 Kodim 0815 Mojokerto Kapten Inf Eko Wahyudi bersama Forpimka Kemlagi mengikuti tradisi Kirab Budaya Dewi Sekar Tanjung IV “1.000 Takir”yang berlangsung di Balai Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (21/10/2019).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Tanjungan ini, dihadiri Camat Kemlagi Tri Cahyo Hariyanto, S.Sos, Kapolsek Kemlagi AKP Edi Purwo Santoso, SH, Perwakilan Dinas Parporabudpar Kabupaten Mojokerto, Andi Cahyono, Kades Tanjungan, Suparlik, SP., Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan warga masyarakat dari Dusun Sukomulyo, Dusun Jeruk dan Dusun Tanjungan Desa Tanjungan sedikitnya 1.500 orang.

Dalam kirab budaya kali ini disuguhkan arak-arakan / kirab gunungan hasil bumi dan 1.000 takir beragam makanan yang diawali dari Balai Desa Tanjungan kemudian keliling dusun dan berakhir dengan prosesi larung sesaji di Waduk Tanjungan. 

Saat acara tersebut, selain bentangan bendera merah putih, tampak para peserta menyuguhkan berbagai kreasi seni dengan memakai kostum cukup bervariasi.

Kades Tanjungan, Suparlik, SP., mengatakan, Kirab Budaya Dewi Sekar tanjung merupakan simbolisasi dari seorang putri yang membawa kemakmuran dan seribu takir merupakan perlambang pangan yang bisa dinikmati semua warga desa sehingga akan ikatan rasa kebersamaan. 

“Ini merupakan ungkapan syukur atas semua nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sekaligus memohon agar bumi yang ditempati diberi kemakmuran. Kirab budaya sekaligus sedekah bumi ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan akan mengundang lebih banyak pengunjung terlebih di Desa Tanjungan ada Ekowisata Waduk Tanjungan,” ungkapnya.

Sementara Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Inf Eko Wahyudi yang berada di lokasi, ketika diminta pendapatnya mengungkapkan, yang kita petik dari kegiatan ini diantaranya semangat kebersamaan dan gotong royong dan kekompakan, bila kondisi ini diterapkan dalam kesehariaan maka akan tercipta kerukunan antar sesama warga masyarakat.  

“Kirab budaya atau apapun istilahnya yang didalamnya ada tradisi sedekah bumi yang merupakan warisan leluhur patut dilestarikan. Hal ini bentuk kecintaan kita terhadap tata nilai atau kearifan lokal yang berlaku di tengah-tengah masyarakat.  Melestarikan tradisi dan budaya merupakan salah satu bentuk konkret dari cinta tanah air dan bela negara,” tandasnya.

Share:

Dandim 0815 Mojokerto Irup Peringatan Hari Santri 2018 Di Ponpes Nurul Islam




Mojokerto, -   Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letnan Kolonel Kav Hermawan Weharima, SH bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Lapangan Desa Jabon Tegal Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin (22/10/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kapolres Mojokerto diwakili Kapolsek Pungging, AKP Adam Muhari, Camat Pungging Drs. Mujib, MM, Danramil 0815/11 Pungging Kapten Arh Aris Tiyono, Ketua MWCNU Pungging Drs. KH. Imam Syaubari, MM, beserta Pengurus, Pimpinan Banom NU Kecamatan Pungging, Banser, Pengasuh Ponpes Nurul Islam, Dr. K.H Ahmad Siddiq, S.E., M.M., Tiga Pilar Desa Jabontegal, Para Kepala Sekolah Yayasan Ponpes Nurul Islam, Wali Santri Pondok Pesantren Nurul Islam dan undangan sedikitnya 1.000 orang.

Dalam amanatnya, Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., mengajak untuk meneguhkan peran santri dan pesantren dalam mempertahankan NKRI dan merawat ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta demi terwujudnya kedamaian di negeri tercinta ini.

“Semoga peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momentum penguatan kebangsaan yang bersanding dengan keagamaan serta sebagai wahana penegasan sekaligus peneguhan peran santri dan pesantren dalam mengawal dan mempertahankan NKRI yang bersendikan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an,”tandasnya.

Untuk generasi muda santri, lanjut Dandim, yang saat ini masih digembleng di madrasah-madrasah dan pondok pesantren, tentunya selain dibekali pendidikan akhlak, moralitas, dan pengetahuan umum namun harus dibekali dan kemampuan literasi sehingga mampu memfilter dan menggunakan media sosial secara benar, tepat, bermanfaat dan berdayaguna, baik bagi individu maupun masyarakat serta berkontribusi bagi pembangunan. 

“Generasi Muda Santri juga perlu ditanamkan wawasan kebangsaan secara totalitas, sehingga di masa mendatang tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan global yang ditengarai semakin melunturnya nilai-nilai ke-bhinnekaa-an dan semangat kebangsaan, namun tentunya mampu menjadi pelopor dalam revitalisasi (penguatan) wawasan kebangsaan bagi khalayak serta menjadi garda terdepan dalam mempertahankan NKRI dan merawat ke-Bhinneka Tunggal Ika-an seperti yang dilakukan kaum santri dahulu dan sekarang,” pintanya.

Share:

Recent Posts

3/recent/post-list

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.