Perangkat Desa Simbaringin & Kertosari Resmi Dilantik
Mojokerto,- Danramil 0815/13 Kutorejo Kodim 0815
Mojokerto Kapten Inf Didik Budi Santoso bersama Forpimka hadir dan menyaksikan
pelantikan dan pengambilan sumpah dua perangkat Desa Simbaringin Kecamatan
Kutorejo Kabupaten Mojokerto.
Kedua
perangkat desa tersebut yakni Ahmad Adi Setya Sukma sebagai Kasi Pemerintahan
dan Imroatus Shobiro sebagai Kaur Keuangan.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan kedua perangkat ini dilakukan
Kepala Desa Simbaringin, Tri Wahyudi di Balai Desa Simbaringin, Selasa
(23/10/2018) malam.
Kades Tri
Wahyudi mengatakan, dengan dilantiknya kedua perangkat ini maka dua jabatan
perangkat desa Simbaringin yang selama ini kosong sudah tepenuhi. Kades
berpesan agar perangkat baru segera beradaptasi dan menjaga kekompakan dalam
menjalankan tugas demi kesejahteraan masyarakat Simbaringin.
Sementara
Camat Kutorejo, Drs. Budiono, MH dalam sambutannya mengatakan, pelantikan kedua
perangkat desa malam ini merupakan proses akhir dari penjaringan dan pengisian
perangkat Desa Simbaringin. Camat berharap kedua perangkat baru ini mampu
melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab sehingga membawa kebaikan
dan kemakmuran bagi masyarakat.
“Kami yakin
dan percaya kedua perangkat desa yang baru dilantik memiliki kompetensi karena
selama ini sudah bekerja di kantor desa dan terbiasa melayani masyarakat,”
ungkapnya.
Hadir dalam
acara pelantikan sekitar 50 orang, antara lain Kapolsek Kutorejo AKP Putu
Sadia, Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD Kabupaten Mojokerto Drs. Junaedi,
Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua BPD, Ketua LPM, Perangkat Desa, Tokoh
Masyarakat, Tokoh Agama dan undangan.
Masih di
wilayah Kutorejo, kegiatan pelantikan perangkat desa juga berlangsung Balai
Desa Kertosari, hari ini, Rabu (24/10/2018). Ketiga perangkat desa yang
dilantik ini, yaitu Nur Kholis sebagai Kepala Dusun Sidomulyo, Siti Nur Aniyah
sebagai Kasi Kesejahteraan dan Bambang Setiawan. Pelantikan ini merupakan hasil
seleksi tanggal 9 Oktober 2018 lalu yang diikuti 23 peserta.
Selain
pelantikan, pada acara tersebut juga dilakukan pengukuhan tiga perangkat desa,
yakni Wulyono sebagai Kasi Pemerintahan,
Syaiful sebagai kasi Pelayanan dan Susi Sulistyowati sebagai Kaur Umum dan
Perencanaan. Pengukuhan ketiga perangkat desa untuk penyesuaian sebagaimana
diatur dalam Perbup Nomor 11 Tahun 2017 tentang Susunan Organisasi dan Tata
Kerja Pemerintah Desa.
Kegiatan
pelantikan dan pengukuhan perangkat desa ini dilakukan Kepala Desa Kertosari
Tantoko Endro serta dihadiri sekitar 60 orang, antara lain, Camat Kutorejo Drs.
Budiono, MH, Danramil Kutorejo diwakili Pelda Saniman, Kapolsek Kutorejo AKP
Putu Sadia, Sekcam Kutorejo, Mas’ud, Ketua BPD, Ketua LPM, Panitia Pengisian
Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa dan undangan.
Kendalikan Hama Sundep Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Dampingi Petani Semprot Tanaman Padi
Mojokerto,
– Sebagai langkah untuk mengantisipasi serangan hama sundep atau keong mas
pada tanaman padi, Babinsa Koramil 0815/05 Gedeg Sertu Slamet Langkung
mendampingi petani dalam penyemprotan tanaman padi di Desa yang menjadi wilayah
binaanya, Desa Sidoharjo Kecamatan Gedeg Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur,
Selasa (23/10/2018).
Seperti kita
ketahui saat musim kemarau, tanaman padi sangat rentan terhadap serangan hama
dan penyakit. Salah satu hama yang menyerang tanaman padi yaitu hama
sundep atau keong mas. Hal tersebut bila segera tidak diatasi akan sangat
merugikan petani hingga bisa berujung dengan gagalnya panen.
Untuk
mengatasi itu semua, Sertu Slamet Langkung melakukan pendampingan penyemprotan
tanaman padi jenis varietas Ciherang berumur 15 hari, milik Siswantik, salah
satu anggota Poktan Dewi Sri, dengan luas lahan dua hektare menggunakan dua
unit handsprayer.
Menurut Sertu
Slamet Langkung penyemprotan pada tanaman padi menggunakan insektisida Virtaco
300 SC bertujuan untuk mengendalikan berkembangnya hama sundep dan menjaga
tanaman agar terhindar dari segala gangguan hama dan penyakit lainnya, sehingga
pertumbuhan padi tetap normal yang pada akhirnya dapat memproduksi hasil panen
yang maksimal.
Babinsa juga
meghimbau agar para petani lebih waspada karena hama akan cepat berkembang pada
saat cuaca panas dan kondisi air yang tergenang. “Sebenarnya sundep ini
menyerang sejak tanaman masih dipersemaian, namun belum terlihat jelas
gejalanya sehingga petani kurang waspada terhadap serangan hama tersebut, untuk
itu petani harus lebih jeli lagi dalam mengamati tanaman padinya,”pintanya.
Masih di
wilayah Koramil 0815/05 Gedeg, kegiatan pendampingan juga berlangsung di Dusun
Padangan Desa Terusan. Babinsa setempat Peltu Wagito mendampingi
perawatan dan pembersihan gulma pada tanaman padi varietas Mamberamo berumur 40
hari di lahan seluas 0,6 hektar, milik Sukir, anggota Poktan Sri Tani.
Babinsa Koramil 0815/02 Trowulan Bersama Warga Kerja Bakti Pengecoran Jalan
Mojokerto,
- Babinsa Koramil 0815/02 Trowulan Kodim 0815 Mojokerto Serda Irvan Novianto
bersama warga masyarakat bergotongroyong melaksanakan kerja bakti pengecoran
jalan di Dusun Jatisumber Barat Desa
Watesumpak Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018).
Kegiatan
diawali dengan penggalian bagian tepi sisi jalan sepanjang 450 meter, lebar 80
centimeter dengan kedalaman 15 centimeter, di wilayah RT 05 RW 01 Dusun
Jatisumber Barat Desa setempat. Selain
Babinsa, tampak pula Ketua RT 05, Subagyo, beserta 20 orang warga turut serta
dalam kegiatan tersebut, mereka bahu-membahu mengerjakan penggalian dan
pengecoran.
Menurut Serda
Irvan Novianto, kerja bakti pengecoran jalan ini dengan tujuan menambah lebar
bahu jalan guna memperlancar arus lalu lintas.
Kegiatan ini sebenarnya ini sudah dimulai sejak Sabtu (20/10) pekan
lalu, dengan melakukan penggalian di satu sisi tepi jalan.
“Semoga dengan
adanya pelebaran jalan ini akan memperlancar arus lalu lintas dan distribusi
barang dan jasa termasuk distribusi hasil pertanian. Selain itu bila kendaraan
roda empat berpapasan tidak harus berhenti atau salah satu mengalah namun bisa
langsung,” ungkapnya.
Sementara
Ketua RT 05 RW 01 Dusun Jati Sumber Barat, Subagyo, mengungkapkan rasa senangnya
dalam pengerjaan pengecoran jalan mendapat bantuan Babinsa Koramil Trowulan.
Ketua RT juga tak lupa menyampaikan terima kasih kepada Danramil trowulan yang
telah menugaskan Babinsa di desanya.
Pada
kesempatan berbeda, Danramil 0815/02 Trowulan Kapten Inf Herman Hidayat, saat
dikonfirmasi mengungkapkan, sudah menjadi kewajiban Babinsa untuk berperanserta
dalam kegiatan pembangunan di desa binaan termasuk mengatasi kesulitan warga
masyarakatnya.
“Ini wujud
kepedulian TNI melalui Babinsa yang bertugas di wilayah. Diharapkan dengan
kerja bakti ini akan semakin menumbuhkan dan menghidupkan kembali budaya gotong
royong serta memperkokoh kemanunggalan TNI – Rakyat,” ungkapnya.
Kasdim 0815 Mojokerto Pemateri Wasbang Seminar FPK
Mojokerto,
- Peran Masyarakat Dalam Menjaga Keutuhan NKRI, menjadi topik utama Kepala Staf
Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, saat memberikan materi wawasan
kebangsaan kepada Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan Budayawan
Kabupaten Mojokerto.
Kepala Staf
Kodim 0815 Mojokerto Mayor Inf Nuryakin, S.Sos, menjadi salah satu pemateri
pada Seminar Pembinaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Mojokerto
yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten
Mojokerto dengan tema “Aktualisasi Ideologi Pancasila”, di Gedung
STIKes-Poltekkes Mojopahit Jalan Raya Jabon, KM 2 Kecamatan Mojoanyar,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018).
Proklamasi
Kemerdekan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 sebagai pendobrak semangat
kebangsaan dengan tekad mempertahankan kemerdekaan sampai titik darah
penghabisan. Kemudian setelah Indonesia
merdeka, apa yang harus diperbuat dalam menjaga kedaulatan dan integritas
bangsa, demikian Kasdim 0815 dalam mengawali materinya.
Dihadapan 175
orang peserta seminar, Kasdim memaparkan, eksistensi Negara Indonesia tidak
bisa lepas dari interaksi dengan bangsa-bangsa lain dalam hubungan
internasional yang masing-masing memiliki beragam kepentingan demi
keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk Indonesia.
“Posisi
geografis Indonesia yang sangat menguntungkan dan sumber kekayaan alam yang
potensial, selain sebagai rahmat juga
berpotensi mengundang sejumlah kerawanan dan ancaman. Dengan kondisi tersebut
telah memposisikan Indonesia menjadi ladang perebutan pengaruh negara-negara
besar dengan segala cara, salah satunya melalui perang proxy (proxy war) dengan
memanfaatkan segala aspek berbangsa dan bernegara yang meliputi ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan dan keamanan. Proxy war sudah
menjadi ancaman nyata bagi NKRI,” paparnya.
Masih papar
Kasdim, agar NKRI tetap utuh, Bangsa Indonesia harus memiliki daya tahan dan
daya tangkal untuk menghadapi berbagai persoalan, ancaman, gangguan, hambatan
dan tantangan. Daya tahan dan daya tangkal atau imunitas bangsa (immunity of
the nation) ini, diwujudkan melalui pemahaman dan penerapan nilai-nilai luhur
bangsa oleh seluruh Warga Negara Indonesia.
“Memahami dan
menerapkan nilai-nilai luhur bangsa yang dimplementasikan melalui menghormati
perbedaan, semangat untuk bersatu, rela berkorban dan pantang menyerah serta
adanya jiwa nasionalisme dan harga diri. Ini sebagai salah satu bentuk konkret
dari bela negara,” jelasnya.
Bahwa bela
negara merupakan hak dan kewajiban seluruh Warga Negara Indonesia dan seluruh
komponen masyarakat. “Ini amanat
konstitusi, sebagaimana diatur dalam UUD 1945 Pasal 27 Ayat (3) dan Pasal 31
Ayat (1) serta UU RI Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, sehingga
seluruh warga negara wajib sifatnya untuk menjaga keutuhan NKRI dari setiap
rong-rongan disintegrasi bangsa” tandas Kasdim.
Sebelum
mengakhiri materinya, Kasdim menegaskan agar senantiasa berpedoman pada “Empat
Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI”
serta mengajak peserta seminar bersama-sama dengan komponen masyarakat lainnya
untuk meneguhkan kembali peransertanya dalam menjaga dan mempertahankan NKRI.
Tampak hadir
dalam kegiatan, antara lain Kepala Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto, Eddy
Taufiq, S.STP, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Mojokerto H. M. Agus
Anas ES, SH., MM., Kabagren Polres
Mojokerto Kompol A. Sugianto, SH., selaku pemateri, Dosen IAIN Sunan Ampel
Nasrullah selaku pemateri, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto, Ketua MUI
Kabupaten Mojokerto KH. Mashul Ismail, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK)
Kabupaten Mojokerto, Drs. H. Machfudz Said, M.Pd dan Anggota FPK Kabupaten
Mojokerto selaku peserta seminar yakni Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, FKPPI, GP
Ansor, BEM UNIM, BEM STIKES PPNI, BEM STIKES Majapahit dan Karang Taruna.
Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Dampingi Petani Pengairan Lahan Tanaman Jagung
Mojokerto,
- Babinsa Koramil 0815/03 Sooko Kodim
0815 Mojokerto Peltu Jainul Arifin lakukan pendampingan pengairan lahan tanaman
jagung milik Tamsyur, Anggota Poktan Tani Brangkal- 2, Dusun/Desa Brangkal
Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, Selasa (23/10/2018).
Di lahan
seluas setengah hektar yang ditanami jenis jagung Hibrida BISI-18 berumur dua
bulan ini, pengairan dilakukan dengan menggunakan mesin pompa air. Pengairan dengan pompanisasi ini dilakukan
karena jaringan irigasi pertanian mengalami kekeringan sementara tanaman jagung
yang sedang masa pertumbuhan membutukan pasokan air yang cukup.
“Pengairan
lahan jagung dengan mesin pompa air dilakukan untuk mencukupi suplay air bagi
tanaman jagung yang sedang pertumbuhan dan mulai berbunga. ini sebagai langkah
antisipasi gagal panen akibat kekurangan air,” ungkap Peltu Jainul Arifin di
lokasi kegiatan.
Masih tutur
Peltu Jainul Arifin, lahan yang ditanami jagung ini sebenarnya memiliki
jaringan irigasi, namun akibat musim kemarau berkepanjangan irigasi mengalami
kekeringan sehingga pasokan air berkurang.
“Beruntung di
setiap lahan milik Poktan tersedia sumur bor, sehingga memudahkan petani dalam
memasok air dengan mesin pompa milik Poktan. Meskipun penggunaannya dilakukan
secara bergantian setiap seminggu sekali, namun alhmadulillah kebutuhan air di
lahan yang ditanami jagung bisa terpenuhi,” terangnya.
Tamsyur (65),
Warga RT 06 RW 01 Dusun/Desa Brangkal, sangat berterima kasih dengan adanya
Babinsa yang mendampingi dalam pengairan lahan tanaman jagung miliknya yang
sudah mulai berbunga dan membutuhkan pasokan air yang cukup.
Terpisah,
Danramil 0815/03 Sooko Kapten Inf Hari Subiyanto, saat dikonfirmasi membenarkan
pihaknya mengerahkan para Babinsa untuk melaksanakan pendampingan terhadap
petani di wilayah binaan dengan tujuan mendukung pencapaian swasembada pangan
di wilayah sesuai program pemerintah.
Terlebih saat
kemarau seperti sekarang ini, lanjut Danramil, tentunya para petani sedang
mengalami kesulitan air, di sini Babinsa harus hadir untuk mengajak, memotivasi
dan membantu memberikan solusi sehingga diharapkan para petani akan tetap
semangat dalam mengelola lahan pertanian.
“Sedemikian
pentingnya air dalam budidaya pertanian maka para Babinsa harus mendampingi
para petani dalam mencukupi pasokan air, walaupun dengan pompanisasi,”
pungkasnya.
Danramil 0815/06 Bersama Forpimka Ikuti Kirab Budaya
Mojokerto,
- Danramil 0815/06 Kodim 0815 Mojokerto
Kapten Inf Eko Wahyudi bersama Forpimka Kemlagi mengikuti tradisi Kirab Budaya
Dewi Sekar Tanjung IV “1.000 Takir”yang berlangsung di Balai Desa Tanjungan,
Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (21/10/2019).
Kegiatan yang
diselenggarakan Pemerintah Desa Tanjungan ini, dihadiri Camat Kemlagi Tri Cahyo
Hariyanto, S.Sos, Kapolsek Kemlagi AKP Edi Purwo Santoso, SH, Perwakilan Dinas
Parporabudpar Kabupaten Mojokerto, Andi Cahyono, Kades Tanjungan, Suparlik,
SP., Perangkat Desa, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, dan warga
masyarakat dari Dusun Sukomulyo, Dusun Jeruk dan Dusun Tanjungan Desa Tanjungan
sedikitnya 1.500 orang.
Dalam kirab
budaya kali ini disuguhkan arak-arakan / kirab gunungan hasil bumi dan 1.000
takir beragam makanan yang diawali dari Balai Desa Tanjungan kemudian keliling
dusun dan berakhir dengan prosesi larung sesaji di Waduk Tanjungan.
Saat acara
tersebut, selain bentangan bendera merah putih, tampak para peserta menyuguhkan
berbagai kreasi seni dengan memakai kostum cukup bervariasi.
Kades
Tanjungan, Suparlik, SP., mengatakan, Kirab Budaya Dewi Sekar tanjung merupakan
simbolisasi dari seorang putri yang membawa kemakmuran dan seribu takir
merupakan perlambang pangan yang bisa dinikmati semua warga desa sehingga akan
ikatan rasa kebersamaan.
“Ini merupakan
ungkapan syukur atas semua nikmat yang dikaruniakan Allah SWT sekaligus memohon
agar bumi yang ditempati diberi kemakmuran. Kirab budaya sekaligus sedekah bumi
ini akan menjadi daya tarik tersendiri dan akan mengundang lebih banyak
pengunjung terlebih di Desa Tanjungan ada Ekowisata Waduk Tanjungan,”
ungkapnya.
Sementara
Danramil 0815/06 Kemlagi Kapten Inf Eko Wahyudi yang berada di lokasi, ketika
diminta pendapatnya mengungkapkan, yang kita petik dari kegiatan ini
diantaranya semangat kebersamaan dan gotong royong dan kekompakan, bila kondisi
ini diterapkan dalam kesehariaan maka akan tercipta kerukunan antar sesama
warga masyarakat.
“Kirab budaya
atau apapun istilahnya yang didalamnya ada tradisi sedekah bumi yang merupakan
warisan leluhur patut dilestarikan. Hal ini bentuk kecintaan kita terhadap tata
nilai atau kearifan lokal yang berlaku di tengah-tengah masyarakat. Melestarikan tradisi dan budaya merupakan
salah satu bentuk konkret dari cinta tanah air dan bela negara,” tandasnya.
Dandim 0815 Mojokerto Irup Peringatan Hari Santri 2018 Di Ponpes Nurul Islam
Mojokerto, - Komandan
Kodim 0815 Mojokerto Letnan Kolonel Kav Hermawan Weharima, SH bertindak sebagai
Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2018 di Lapangan
Desa Jabon Tegal Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Senin
(22/10/2018).
Hadir dalam
kegiatan tersebut, antara lain Kapolres Mojokerto diwakili Kapolsek Pungging,
AKP Adam Muhari, Camat Pungging Drs. Mujib, MM, Danramil 0815/11 Pungging Kapten
Arh Aris Tiyono, Ketua MWCNU Pungging Drs. KH. Imam Syaubari, MM, beserta
Pengurus, Pimpinan Banom NU Kecamatan Pungging, Banser, Pengasuh Ponpes Nurul
Islam, Dr. K.H Ahmad Siddiq, S.E., M.M., Tiga Pilar Desa Jabontegal, Para
Kepala Sekolah Yayasan Ponpes Nurul Islam, Wali Santri Pondok Pesantren Nurul
Islam dan undangan sedikitnya 1.000 orang.
Dalam
amanatnya, Dandim 0815 Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., mengajak
untuk meneguhkan peran santri dan pesantren dalam mempertahankan NKRI dan
merawat ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta demi terwujudnya kedamaian di negeri
tercinta ini.
“Semoga
peringatan Hari Santri tahun ini menjadi momentum penguatan kebangsaan yang
bersanding dengan keagamaan serta sebagai wahana penegasan sekaligus peneguhan
peran santri dan pesantren dalam mengawal dan mempertahankan NKRI yang
bersendikan ke-Bhinneka Tunggal Ika-an,”tandasnya.
Untuk generasi
muda santri, lanjut Dandim, yang saat ini masih digembleng di madrasah-madrasah
dan pondok pesantren, tentunya selain dibekali pendidikan akhlak, moralitas,
dan pengetahuan umum namun harus dibekali dan kemampuan literasi sehingga mampu
memfilter dan menggunakan media sosial secara benar, tepat, bermanfaat dan
berdayaguna, baik bagi individu maupun masyarakat serta berkontribusi bagi
pembangunan.
“Generasi Muda
Santri juga perlu ditanamkan wawasan kebangsaan secara totalitas, sehingga di
masa mendatang tidak hanya mampu bertahan di tengah persaingan global yang
ditengarai semakin melunturnya nilai-nilai ke-bhinnekaa-an dan semangat
kebangsaan, namun tentunya mampu menjadi pelopor dalam revitalisasi (penguatan)
wawasan kebangsaan bagi khalayak serta menjadi garda terdepan dalam
mempertahankan NKRI dan merawat ke-Bhinneka Tunggal Ika-an seperti yang
dilakukan kaum santri dahulu dan sekarang,” pintanya.

















